book detail

Sherlock, Lupin, dan Aku 10: Tuan Kriminal

by Irene Adler

about the book

“Aku melewatkannya!” teriak Arsène Lupin, geram. “Aku tak bisa mempercayainya, tapi kumelewatkannya!” Arsène berjalan maju dan mundur, seperti seekor binatang di dalam sangkar. Sherlock mendengarkannya, sembari tenggelam dalam lamunan. Dia sangatlah benar ketika mengatakan bahwa kami akan ditantang: itu telah terjadi dan kami telah dikalahkan. Oleh seorang pemain cerdik yang telah merencanakan kejadian tak terduga ke sekian kali dengan ketelitian yang luar biasa. Yang memberi bukti bahwa ia memiliki lebih dari otak yang cemerlang, namun juga kemampuan atletik yang mumpuni. Otak brilian yang menyaingi Sherlock dan kelincahan yang setara dengan Lupin. Dia sepertinya tidak kekurangan suatu apa pun… Kecuali, tentu saja, sebuah sentuhan wanita. Dan mungkin ini bisa membuka rahasia dari pokok permasalahan atau setidaknya aku memang senang berpikir.

close

Main menu