News & Event detail

Peluncuran Buku Kisah Anak Cahaya

news thumbnail

Jakarta, 13  Juli 2017 – Bhuana Sastra (Bhuana Ilmu Populer) meluncurkan novel berjudul Kisah Anak Cahaya di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia.

Novel ini berlatar di daerah pinggiran Jakarta, tepatnya di sebuah gang bernama Gang Cahaya. Di sana, ada sebuah lapangan satu-satunya yang menjadi pusat aktivitas warga. Namun, lapangan itu akan dijual oleh pemiliknya. Warga pasrah dengan keputusan itu. Namun, tidak dengan B4—Bima, Bara, Binta, dan Ben. Mereka dan anak-anak lainnya tidak mau menyerah. Segala cara dilakukan demi mempertahankan lapangan itu.

Yang dialami oleh anak-anak Gang Cahaya itu mungkin adalah sebuah penggambaran nyata: karena pembangunan di mana-mana, anak-anak kehilangan area bermain dan warga kehilangan tempat untuk berkumpul. Sang penulis, Arsanda, mengalaminya sendiri. Sejak dulu, ia tinggal di sebuah daerah di Jakarta Timur, yang lebih sering disebut sebagai “Jakarta Pinggir”. Saat masih remaja, ia masih sering melihat anak-anak yang bermain bola atau layang-layang di lapangan di sekitar rumah. Namun, makin lama ia makin jarang melihat pemandangan itu karena tak ada lagi tempat yang bisa digunakan anak-anak untuk bermain. Dari situlah, ia tergerak untuk menulis novel Kisah Anak Cahaya.

Selain menulisakan kegelisahannya, Arsanda tentunya ingin mengajarkan tentang semangat dalam menggapai mimpi, kerja sama, dan nilai kejujuran. Novel ini tidak hanya cocok dibaca oleh anak-anak dan remaja, tetapi juga orang dewasa, karena Arsanda juga mengajak pembaca dewasa dalam nostalgia masa kecil.

Uniknya, novel ini tidak hanya hadir sebagai sebuah buku karena novel ini dilengkapi soundtrack berjudul Kisah Anak Cahaya dan Robin Hood ciptaan komposer muda, Arsha. Ada pula fitur Augmented Reality (AR) yang membuat ilustrasi di dalam buku ini terlihat nyata, serta mobile games dari Anoman Studio. Semua fitur ini bisa didapatkan dengan mengunduh aplikasi Kisah Anak Cahaya di AppStore maupun PlayStore.

close

Main menu