Short Story

We believe that the short story matters.

Welcome to short story section. the short story is one of the most exciting and important literary forms, and that it can, and should, reach the widest possible readership.

short story

Rahasia Ratu Peri

Peri Terbalik Gracio senang sekali mengerjakan semua hal dengan terbalik. Dari kecil, dia sudah begitu. Entah mengapa... Gracio menulis dari bawah ke atas. Dia membaca dari belakang ke depan. Serta menyusun kue pun menjadi piramida terbalik. Dia menjemur pakaiannya dengan terbalik, berjalan dan berlari mundur, terbang pun terbalik, serta melakukan semau hal lain dengan terbalik. Sebenarnya, kelakuannya tidaklah merugikan siapa...

by STELA ERNES detail
short story

Dongeng Dinosaurus

Bertualang Menjelajah Gua (Exploring the Cave) Satu minggu kemudian, kaki Nigu sudah sembuh. Pagi-pagi sekali, Anuro, Achello, Stesa, Cera, dan Nigu berjalan bergegas menuju gua yang tak sengaja mereka temukan saat Nigu jatuh. Tak lama, mereka telah sampai di Rocky Lake dan segera menuju gua yang telah mereka tandai. Mereka menuruni gua dengan berpegangan pada sulur-sulur akar pohon. Mereka pun...

by WATIEK IDEO DAN FITRI KURNIAWAN detail
short story

Dongeng Sihir Ajaib: Jangan Buka Buku Ini!

Lagu Rahasia Bersama Frosty, Kriko memasuki rumah Tuan Penyihir. Rumah itu tak terlalu besar. Namun, bentuknya mirip sekali seperti puri tua dan kuno. Tok tok tok! Kriko gemetar mengetuk pintu. “Siapa itu?” terdengar suara dari dalam. “Kriko dan Frosty, Tuan!” jawab Kriko. “Ah ya, masuk saja.” Mereka berdua memasuki ruangan. Tuan Penyihir tubuhnya begitu tinggi. Badannya yang besar menutupi meja...

by WATIEK IDEO DAN FITRI KURNIAWAN detail
short story

100 Cerita Rakyat Indonesia

Roro Jonggrang (D.I. Yogyakarta) Roro Jonggrang gundah. Ayahnya, Raja Prambanan, baru gugur saat berperang melawan Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging. Sekarang, Bandung Bondowoso menguasai Kerajaan Prambanan. Dia bahkan hendak menjadikan Roro Jonggrang sebagai permaisurinya. Tentu saja Roro Jonggrang menolak. Rupanya, penolakan Roro Jonggrang membuat Bandung Bondowoso marah. Dia lalu mengurung Roro Jonggrang dalam istana, bersama Bi Sumi dan dayang-dayang lain....

by DIAN K detail
short story

Cerita Anak Pemberani

Aku Tidak Takut Gelap   Ada seorang anak cantik bernama Cindy. Tiap malam liburan, dia selalu menolak bila diajak kakak dan teman-temannya bermain kemah di halaman rumahnya. Hmm, Cindy kenapa, ya? Tiap ditanya, ada saja alasannya. Padahal berkemah kan sangat menyenangkan. Ada satu cerita seru! Pada suatu malam, Cindy, Beno, dan Daren bermain bersama di rumah Tika. Tak jauh dari tempat mereka bermain, terlihat papa dan mama Tika sedang asyik menonton TV. Tika pun semangat mengeluarkan koleksi mainannya yang disimpan di dalam boks merah jambunya. Namun tiba-tiba, Pat... Semua ruangan jadi gelap! Oh tidak, ternyata listrik di kota itu padam! “Huaaa takuuut... Mamaaa!” teriak Cindy. Dag-dig-dug jantungnya berdetak kebih kencang. Cindy panik sekali. Tika mencoba menggapai tangan Cindy dan membuatnya tenang. Syukurlah, mama Tika segera datang membawa senter. Seberkas cahaya pun menerangi ruangan. Cindy masih terlihat ketakutan, dia terus memegang erat tangan Tika. Aha! Tika teringat kembang api yang dibelikan papanya kemarin. Bergegas dia mengambilnya di laci. “Teman-teman aku punya kembang api, nih. Yuk, kita main di luar!” ajak Tika. Cindy, Beno, dan Daren mengangguk setuju sambil bersama-sama menuju halaman. Kres... Kres... Papa Tika membantu membakar kembang api dengan menggunakan korek api. Hore!!! Kembang apinya memercik indah! Senangnya... Semuanya bergembira. Mereka bermain sambil menari dengan ceria. Cindy diam-diam ternyata ingin bermain kembang api juga. Sambil malu-malu dia berkata, “Tika, bolehkan aku minta satu?” “Tentu.” Tika pun tersenyum. Akhirnya, semua bermain kembang api dengan riang gembira. Pet... Listrik kembali menyala. Halaman jadi terang-benderang. Cindy terlihat kecewa karena bermain kembang api tidak lagi seru. Cindy pun mengaku kepada teman-temannya bahwa dia takut gelap. Namun, sejak bermain kembang api, Cindy menjadi anak pemberani. “Wah, hebat!” Ternyata, dalam gelap kita masih bisa bersenang-senang.   (Diambil dari halaman 1-20)

by Watiek Ideo detail
short story

Rahasia Ratu Peri

Rahasia Ratu Peri Ratu peri memang cantik dan baik. Tutur katanya ramah dan penampilannya menarik. Namun siapa sangka, ratu punya rahasia yang bisa membuat semuanya mengikik? Mau tahu apa rahasia Ratu? Ternyata, sang Ratu peri menyukai semua hal yang bermotif polkadot! Di dunia peri, motif polkadot dianggap hal yang paling menggelikan. Jika ketahuan ada yang menyukai motif polkadot, pasti akan...

by STELA ERNES detail
short story

50 Cerita Jenaka

Asal-Usul Ekor Pendek Beruang oleh Sir George Webbe Dasent Suatu hari di musim dingin, saat tanah tertutup salju dan es, dan tak satu pun binatang dapat menemukan makanan mereka, Bruin si beruang bertemu dengan Reynard si rubah. Bruin kaget luar biasa saat dia melihat Reynard membawa beberapa ikan di mulutnya. Perut Bruin segera bergejolak! Bruin tidak tahu kalau ternyata Reynard...

by VIC PARKER detail
short story

Kumpulan Cerita Super Asyik: Amazing Stories to Read and Read and Read

Putri Duyung yang Terus Melompat Dahulu ada putri duyung muda bernama Medy yang terus saja melompat. Sewaktu kecil, dia menemukan sebuah benda di salah satu kapal yang karam. Benda itu milik manusia. Ketika dia bermain-main dengan benda itu, dilihatnya gambar anak perempuan yang sedang melompat-lompat. Medy amat kagum pada kaki anak perempuan itu walaupun dia tidak tahu bahwa itu dinamakan kaki. Medy pikir anak itu punya dua ekor karena selalu melompat. Sejak itu, Medy melompat sepanjang hari dengan harapan ekor keduanya akan tumbuh juga. Tetapi, sekalipun dia telah melompat dan melompat selama bertahun-tahun, ekor keduanya tidak tumbuh juga. Maka, Medy punya rencana lain. Terkadang dia melihat manusia melintasi lautan dengan mangkuk logam besar yang disebut kapal.... Maka suatu hari, dia naik ke salah satu kapal itu untuk mengamati. Pengasuhnya tidak menyetujui rencana Medy, tapi Medy memaksa. Mereka pun memakai rok yang panjang supaya terlihat seperti manusia. Di atas kapal, yang pertama kali Medy lihat adalah sekelompok manusia yang berolahraga pagi. “Lihat! Mereka memang selalu melompat!” bisiknya pada pengasuhnya. Tetapi kemudian, dia melihat manusia-manusia itu melakukan hal-hal lain juga. Dia tertarik pada semua aktivitas itu, terutama yang mereka sebut berdansa. Medy masuk ke ruangan dansa dan mencoba berdansa. Tetapi, bagaimanapun juga, dia tidak dapat melakukannya. Medy merasa sedih. “Ayo kita pulang saja,” kata pengasuhnya. Medy mengangguk. “Sesampai di rumah, aku harus lebih sering lagi melompat,” katanya. Sebelum mereka melompat ke laut, Medy melihat seorang wanita menggendong seorang manusia kecil. “Lihat! Manusia sekecil itu saja sudah punya ekor kedua!” katanya pada pengasuhnya. 31 Si ibu meletakkan manusia kecil itu dan dia merangkak. “Padahal dia belum bisa berdiri dan melompat!” tambah Medy. “Oh! Itu berarti mereka punya dua ekor bukan karena mereka melompat terus!” “Medy, rasanya memang mereka terlahir dengan dua ekor,” kata si pengasuh. “Berarti aku tidak punya harapan untuk memiliki ekor kedua,” kata Medy, lalu menangis. “Ayo, kita pulang saja. Aku akan buatkan selada rumput laut kesukaanmu,” kata pengasuhnya. Namun, ketika mereka hendak melompat, mereka mendengar keributan. Balita yang mereka lihat tadi ternyata terjatuh ke laut. Ibunya pingsan. Beberapa manusia pria bersiap melompat. Namun Medy tidak membuang-buang waktu. Dia langsung melompat. Sebagai putri duyung, tentu saja dia yang berenang paling cepat. Dengan mudah, dia menyelamatkan anak kecil itu. menganggap hal itu sebagai yang utama. Hati yang tulus sulit sekali dicari. Maka jika kau mendapatkannya, jangan sia-siakan. Ketika mereka semua sudah kembali ke kapal, orang-orang mulai menyadari bahwa Medy adalah putri duyung. Mereka terkesima. Gadis-gadis kecil datang untuk mengagumi ekor Medy. “Ibu, aku mau ekor seperti itu!” kata salah satu anak itu. Medy tersenyum. Dia menyuruh si gadis cilik duduk di dekatnya. Dia menunjuk ke arah kaki gadis itu. “Dua ekor lebih baik daripada satu,” katanya pada gadis cilik itu, lalu mengedipkan mata ke arah ibunya. Si gadis cilik tersenyum. Begitu perpisahan dan sesi pemotretan yang berlangsung lama usai, Medy dan pengasuhnya pun berenang pulang. Setelah kejadian itu, Medy tidak lagi melompat-lompat karena dia sudah sadar bahwa ada banyak hal asyik lainnya yang dapat dia lakukan dengan satu ekor saja. (Diambil dari halaman 21-40)

by Arleen Amidjaja detail
short story

Oceania: Dongeng Bawah Laut

Hutan Sengat Suasana gaduh sekali. Sedang apakah para penghuni Oceania? Oh, rupanya mereka sedang adu cepat berenang. “Horeee! Aku pemenangnya!” Riff berteriak kencang sekali. Dia pun menari-nari dengan gembira. Tetapi lihat, tak ada yang memedulikannya karena semua sedang terpaku menatap sesuatu. Apakah itu? “Aku belum pernah melihat yang seperti itu di Oceania!” gumam Okto. “Jangan-jangan itu kumpulan monster berbahaya!” tambahnya...

by WATIEK IDEO DAN FITRI KURNIAWAN detail
short story

50 Dongeng Negeri Timur

Kucing Liar yang Berubah (Dongeng dari Jepang) "Kebaikan hati akan menular pada orang di sekitar kita." "Hiii, kucing jelek!" seru anak perempuan. Temannya ikut mencibir, "Hus! Sana kucing kotor!" Dungaree sedih mendengar ejekan dari anak-anak itu. Dungaree memanglah kucing liar. Dulu, dia dibuang di parkiran. Hingga dewasa, tak ada yang seorang pun yang mau memelihara Dungaree. Karena tak pernah ada...

by Tethy E & Dian K detail
short story

Rahasia Ratu Peri

Peri Pelupa Kristabel sedang sedih. Lagi-lagi, dia dimarahi Ratu karena membuat kesalahan. Kemarin dia ditugaskan mengumpulkan anak-anak ikan yang baru menetas untuk dihitung. Namun, bukannya mengucapkan mantra pemanggil, dia justru mengucapkan mantra penumbuh sayap. Alhasil, anak-anak ikan itu mempunyai sayap dan terbang. Sebagian terjatuh di rumput, dan sebagian di atas pohon. Para induk ikan panik melihat anak-anaknya beterbangan. Terjadilah kekacauan dan kepanikan di sekitar laut peri. Ratu peri pun mengetahui kejadian ini. Ratu menjadi marah, “Bagaimana kalau anak-anak itu terjatuh jauh dari pantai dan tidak terselamatkan? Ikan kan tidak dapat bernapas di darat!” Bukan hanya kali ini Kristabel membuat kekacauan. Dia pernah membuat para penyu kehilangan tempurungnya. Ups... Dia pernah salah menumbuhkan rambut di seluruh badan binatang laut. DIa pernah membuat para kepiting mempunyai banyak sekali capit. Serta, dia mengubah warna hiu menjadi merah mudah bermotif hati! Kristabel bertugas menjaga laut dan pantai peri. Sayangnya, dia selalu membuat kesalahan. Padahal, dia tidak pernah bermaksud seperti itu. Semua terjadi karena dia sangat pelupa, sehingga tidak pernah bisa menghafal mantra dengan benar. Keesokan harinya, Ratu meminta tolong padanya untuk menyelamatkan seekor ubur-ubur yang terjepit di batu karang. Maka, Kristabel langsung menyelam, mencari ubur-ubur itu. “Nah, itu dia! Tenanglah, aku datang untuk menyelamatkanmu. Akan kuucapkan mantra untuk menggeser batu karang ini,” katanya. Kristabel mengucapkan mantra dan... semua tentakel ubur-ubur malah terkepang! Batu karangnya sama sekali tidak bergeser. “Maaf, mantranya salah. Ini yang benar.” Sekali lagi dia mengucapkan mantra dan... tentakel ubur-ubur itu menjadi berpita di mana-mana. Beberapa makhluk laut yang melihat kejadian itu mulai tertawa. Ubur-ubur itu sama sekali tidak senang. Tentakelnya penuh kepang dan berpita. Padahal, dia ubur-ubur jantan! Berkali-kali dia mengucapkan mantranya, tapi tidak ada yang berhasil. Akhirnya, dua paus turun tangan. Mereka menggeser batu karang yang besar itu dan membebaskan ubur-ubur yang terjepit. “Kenapa aku tidak pernah bisa menghafal mantra?” katanya sedih. Kesedihannya dilihat oleh seekor lumba-lumba. Dia menghampiri Kristabel dan bertanya ada apa. Kristabel menceritakan semuanya. “Kenapa tidak kamu bawa saja kitab mantranya ke mana-mana. Jadi kamu tidak usah bersusah payah menghafal semuanya,” kata lumba-lumba mencoba memecahkan masalah si peri. “Tidak mungkin. Kitab mantarnya sangat besar dan tebal. Aku tidak mungkin membawa benda sebesar itu ke mana-mana,” sahut Kristabel murung. Kristabel pulang ke rumah dengan sedih. Kalau dia terus-menerus membuat kekacauan, bisa-bisa dia dihukum keluar dari negeri peri. Ketika sampai rumah, dia menemukan sebuah...

by STELA ERNES detail
short story

50 Dongeng Negeri Timur

Kisah Tiga Ekor Burung (Dongeng dari Kamboja)   “Jangan silau oleh harta benda, karena bisa mengecewakanmu.” Alkisah, ada tiga ekor burung yang ditangkap oleh seorang penburu. Mereka adalah burung hitam, burung merak, dan burung bangau. “Wah, asyik. Ketiganya akan kulatih bernyanyi dan menari. Siapa tahu, Raja tertarik untuk membelinya. Aku bisa kaya!” begitulah rencana si pemburu. Maka, pemburu itu mulai bekerja keras melatih ketiga burung tangkapannya. “Ayo, bernyanyilah,” ujarnya pada burung hitam. “Dan kalian, menarilah yang indah,” pintanya pada burung merak dan burung bangau. Ketiganya terus dilatih, dan akhirnya mereka benar-benar bisa menyanyi dan menari dengan sempurna. Pemburu itu lalu membawa ketiga burungnya ke istana. “Hmm... Memangnya apa keistimewaan mereka? Tanya raja. “Ah, Baginda lihat saja sendiri,” si pemburu melepaskan burung hitam dari kandangnya. Burung hitam merasa tersanjung bisa bertemu Raja. Dia lalu bernyanyi seindah mungkin. “Hebat! Suaranya benar-benar indah. Aku suka,” Raja lalu memerintahkan pengawalnya untuk mengambil burung hitam, dan menaruhnya di sangkar emas. “Apa algi selain menyanyi?” tanya Raja lagi. Burung merak mengepak-kepakkan sayapnya, sehingga raja tertarik padanya. Dengan bangganya, burung merak menunjukkan kemampuannya menari. “Wah, dia juga hebat. Aku mau memeliharanya,” Raja juga memerintahkan pengawalnya untuk menaruh burung merak ke dalam sangkar emas. Sementara itu, burung bangau merasa cemas melihat kedua temannya dimasukkan sangkar emas. Aku tak mau hidup dalam sangkar emas. Sebagus-bagusnya sangkar itu, lebih nyaman tinggal bebas di luar sana dan berkumpul dengan keluargaku, pikirnya sambil terus memutar otak. Raja memandang burung bangau, “Nah, aku mau lihat apa kemampuannya?” Si pemburu menyuruh burung bangau untuk menari. Namun, burung bangau diam saja. “Ayo, menarilah kan kemarin sudah kuajari. Menarilah seperti burung merak tadi,” pinta si pemburu. “Koaaak koaaak!” burung bangau malah berteriak-teriak. Raja menutup telinganya. “Pergi! Enyahkan burung ini dari hadapanku. Bising!” Dengan sigap, para pengawal mengambil burung bangau, dan membawanya ke luar. Burung bangau tersenyum lebar. Dia bisa terbang bebas, dan kembali ke keluarganya. (Diambil dari halaman 173-176)

by Tethy E & Dian K detail
close

Main menu