Welcome to Short story

short story detail

Kembang Api untuk Sebuah Ulang Tahun

by Fleurus

Kembang Api untuk Sebuah Ulang Tahun

  Saat ini ada kesibukan besar di pulau bajak laut! Mereka merayakan ulang tahun ketujuh Nathan, putra kepala bajak laut. Untuk mempersiapkan ulang tahun itu, ayahnya telah mengirimkan kapal-kapal ke seluruh penjuru. Lihatlah kapal-kapal itu kembali dengan membawa barang-barang jarahan: berkoper-koper mainan curian dan berpeti-peti permen yang dirampok. Aris, biapak angkat Nathan, bahkan menangkap sebuah perahu layar agar anak angkatnya berlatih memimpin kapal pertamanya! Namun perahu layar itu tidak kosong. Kepala bajak laut melihat tiga tawanan turun dari perahu itu: seorang ayah, seorang ibu, dan anak mereka. Dia bertanya kepada anak itu, “Siapa namamu? Berapa umurmu?" "Namaku Armand dan umurku tujuh tahun," jawab anak laki-laki itu dengan takut-takut. Demi tengkorak bendera hitamku, kebetulan sekali. Kamu akan menjadi teman buat Nathan!" Armand merapat paa orangtuanya. Dia tidak ingin menjadi teman seorang bajak laut! “Tabahlah, Armand! Berusahalah agar kita selamat,” bisik ayahnya. Beberapa jam kemudian, Nathan berjalan-jalan dengan Armand di antara bergunung-gunung hadiah. “Wow, luar biasa!” Armand mengangkat bahu. “Ah, masih kurang kembang api untuk pestamu. Pada ulang tahunku yang ketujuh, aku mendapatkan pesta kembang api yang dapat dilihat sampai lebih dari seribu kilometer!” Nathan merasa iri dan berkata, “Ayah, aku juga mau kembang api!” Kepala bajak laut itu merasa tidak enak hati. Hari ini, dia telah berjanji untuk mengabulkan semua keinginan putranya! Oleh karena itu, dia membisikkan perinta ke telinga Aris. Beberapa menit kemudia, sebuah ledakan membuat seluruh pulau bergetar. Aris telah meledakkan gudang peluru! Kembang api berwarna-warni meluncur ke langit dan berpijar-pijar. Nathan terpseona, sedangkan Armand tersenyum. Tipu muslihatnya berhasil. Ternyata dari daratan, prajurit-prajurit raja melihat ledakan itu. "Para bajak laut itu sudah meledakkan gudang peluru mereka! lnilah saatnya menyerang mereka!" Dengan segera mereka naik ke kapal-kapal perang dan langsung menyerbu pulau itu. Ketika melihat mereka datang, para bajak laut bergegas ke meriam-meriam mereka. Namun, mereka tidak punya satu peluru pun untuk ditembakkan... dan pedang-pedang mereka tidak dapat berbuat banyak melawan para prajurit itu! Setelah peperangan yang singkat, semua ditangkap. Nathan menarik Iengan baju ayahnya, “Ayah, sekarang aku ingin meniup lilin-Iilinku!” Namun ayahnya begitu marah, sehingga Nathan hanya bisa terdiam.     (Diambil dari halaman 61-71)

close

Main menu