Welcome to Short story

short story detail

Pesta Tahun Baru Seantero Galaksi

Saat itu tanggal 31 Desember 2999. Penduduk seantero galaksi sedang berpesta. Penghuni Mars mengguncangkan antena-antena mereka dengan musik gembira, penduduk Merkurius menembakkan kembang api besar, dan penduduk Saturnus bermain hulahop dengan gelang-gelang besar! Semua orang bergembira ria ketika tiba-tiba halilintar membelah langit. Lalu, muncullah penyihir bertubuh besi seukuran raksasa! "Cukup!" teriaknya. "Aku tak bisa tidur karena kalian bising sekali!" Kemudian, penyihir itu menunjuk ke arah pengeras suara, dan merusaknya! Kemudian dia menggembungkan dadanya dan meniup mati kembang api di langit. Roket kembang api berwarna-warni itu berbalik dan mulai menimbulkan petaka di Merkurius. Setela itu, si penyihir berpaling ke arah Saturnus dan menghancurkan gelang-gelang hulahop mereka, lalu menghilang masuk ke dalam kilatan halilintar. Ketika takut mereka sudah hilang, penduduk ketiga planet itu berkumpul. "Kita tak boleh berhenti berpesta hanya karena seorang penyihir merasa kesal!" "Raksasa besi itu harus pergi!" Kemudian, mereka berencana untuk menjebak penyihir itu. Untuk memancingnya, mereka bernyanyi, dan memainkan semua alat musik sehingga tercipta bunyi hiruk pikuk yang luar biasa. Penyihir itu langsung datang... dengan satu gerakkan, dia menciptakan gelang-gelang besar dalam tangannya. "Jika kalian tidak menghentikan keributan ini segera, akan kuhancurkan semuanya jadi debu, dan aku..." Dia tak dapat menyelesaikan kalimatnya. Seorang perempuan muda maju. Ketika perempuan itu membuka mulutnya, terdengarlah suara melengking yang sangat tinggi sehingga semua orang menutup telinga mereka. Penyanyi itu menyanyikan nada yang sangat tinggi dan kuat. Tiba-tiba, tubuh penyihir itu mulai retak. Dia mengangkat gelang-gelang besarnya, lalu beberapa detik kemudian meledak menjadi seribu keping! Penduduk Saturnus melonjak-lonjak gembira. Penyihir besi itu tak pernah muncul lagi mengganggu pesta mereka. Pesta tahun baru 3000 pun dimulai dengan meriah dan gembira!   (hal. 71-72)

close

Main menu