Welcome to Short story

short story detail

Lukisan Sang Raja

by Fleurus

Lukisan Sang Raja

Pada zaman dulu kala, hiduplah seorang pelukis yang sangat terkenal. Karena begitu terkenalnya, pelukis itu pun diundang sang Raja ke istana. “Kudengar kau memiliki bakat hebat. Lukislah aku!” kata sang Raja. Pelukis itu segera melaksanakan perintah Raja. Setelah selesai dia memperlihatkan kepada sang Raja sebuah lukisan yang hebat dan sangat mirip. Tetapi sang Raja berkata sambil meringis, “Telinga kiriku tampak seperti akan jatuh. Ulangi!” Pelukis itu mematuhinya. Hasil lukisan keduanya lebih indah, tapi sang Raja tetap tidak merasa puas, “Kau melukis tangan kananku terlalu kecil. Ulangi! Dan perhatikan ya: kesabaranku ada batasnya. Kalau kali ini lukisanku tidak sempurna, kau akan dihukum.” Pelukis yang malang! Dia pun kembali mencampur warna-warna catnya untuk memperbaiki lukisan itu. Keesokan harinya, dia memperlihatkan lukisannya pada sang Raja. Kali ini pun sang Raja masih menemukan kekurangan. Raja menjadi marah sekali. “Kau mempermainkan aku?” Lukisannya kali ini bukan lukisan diri sang Raja! Lukisan itu memperlihatkan dua buah jendela dan di belakangnya ada awan bergumpal hitam dengan bingkai emas, seolah matahari bersiap terbit. “Hukum pelukis ini!” teriak sang Raja. Para pengawal membawa pergi pelukis itu keluar. “Tapi tunggu... Coba jelaskan padaku tentang lukisan anehmu!” perintah sang Raja. “Jendela itu adalah mata Baginda. Aku melukisnya seperti apa yang kulihat: kemarahan itu, kulukiskan dengan badai. Tetapi di belakang, ada kebaikan dalam diri Baginda seperti menyimpan matahari.” Mata sang Raja membelalak karena terkejut dan terpesona. Lalu Raja berkata kepada pengawalnya, “Bebaskan pelukis ini, dan beri dia uang emas!” Sejak itu Raja menjadi sangat baik hati. (Diambil dari halaman 26-27)

close

Main menu