Welcome to Short story

short story detail

KUE-KUE BAGAS
Oleh Alby Syafie & Tita S.


Faza mempunyai tetangga baru, namanya Toto. Umurnya sama dengan Bagas, adik Faza. Namun, Bagas kurang suka dengan Toto. Bagas tidak mau jika Toto meminjam mainan atau barang yang lainnya.

Suatu hari, Toto bermain di rumah Faza. Kebetulan, ibu Faza membuat kue bolu kesukaan Bagas. Ibu menyuguhkannya pada Toto. Melihat itu, Bagas memasang muka masam.
“Bagas, pelan-pelan makannya. Nanti kamu tersedak,” kata Faza mengingatkan Bagas.
“Kalau tidak cepat-cepat, nanti Bagas tidak kebagian kuenya, Kak,” ujar Bagas.
“Kue bolunya enak, ya,” ungkap Toto.
“Tentu. Ibuku jago bikin kue. Pasti ibumu tidak bisa bikin kue,” celetuk Bagas.
“Bagas, jangan bicara begitu. Tidak baik mengejek orang. Selain itu, jangan bicara kalau mulut penuh dengan makanan. Nanti kamu tersedak,” nasihat Faza.
“Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ....” Benar saja, Bagas terbatuk-batuk hingga mengeluarkan air mata. Makanan di dalam mulutnya pun tersembur keluar. Faza dan Toto segera membantu Bagas.
Bagas terus batuk. Air matanya terus menetes keluar. Toto lalu mengambilkan air minum untuk Bagas. Tak lama, Toto pamit pulang karena tidak ingin menggangu Bagas.

Sorenya, Toto kembali datang ke rumah Bagas. Tapi Bagas sedang tidur. “Kak Faza, ini kue pia. Tolong berikan pada Bagas, ya,” ujar Toto.
“Wah, terima kasih, To. Hmm ... harum sekali, pasti rasanya enak. Kamu beli di mana?” tanya Faza.
“Itu buatan ibuku, Kak. Ibuku membuka katering kue,” jelas Toto tersenyum lalu berpamitan.

Saat sudah bangun, Faza mengajak Bagas mencicipi kue pemberian Toto. Bagas melahap kue pia itu dengan nikmatnya.
“Bagas. Tahu tidak, siapa yang membuat kue itu?” tanya Faza.
Bagas menatap Faza dan menggeleng. “Itu kue buatan ibunya Toto, lho. Enak, kan?”
Bagas melongo dan menatap kue di tangannya. Ada perasaan malu dalam hatinya. “Berbagi dengan orang lain akan lebih baik daripada menghabiskannya sendiri, kan? Selain itu, berbagi juga tidak akan membuat kita sakit,” goda Faza yang membuat Faza tersipu.

Esoknya, Faza melihat Bagas bermain bersama Toto. “Wah, senangnya melihat kalian bermain bersama,” seru Faza.
“Apalagi kalau bisa berbagi, ya, Kak,” celetuk Bagas yang membuat Faza tertawa.
“Aku juga mau berbagi, ah,” timpal Toto dan seketika mereka tertawa bersama.

 

(Halaman 41-50)

close

Main menu