Welcome to Short story

short story detail

Asyiknya Kerja Bakti
Oleh Alby Syafie & Tita S.


Hari ini, ada kerja bakti di kompleks rumah Vioni. Dia bertugas membagikan minuman kepada orang-orang yang bekerja bakti.
“Silakan diminum airnya,” tawar Vioni sambil memberikan air minum kepada seorang bapak.
Setelah itu, Vioni berlari mendekati anak-anak lainnya. Mereka sedang mengangkut sampah untuk dibuang.
“Vioni, di mana adikmu? Kok, sejak tadi tidak kelihatan?” tanya seorang anak.
“Oh, tadi aku sudah mengajaknya. Mungkin dia bersama Ibu atau Ayah,” ujar Vioni.


Vioni memandang ke sekitar. Matanya mencari sosok adiknya. Tadi, Vioni sudah mengajak Anji keluar rumah untuk ikut kerja bakti. Tapi kenapa Vioni tidak melihatnya, ya? Vioni pun mencari Anji.
Vioni kembali ke rumah. Saat membuka pintu, Vioni melihat Anji sedang asyik bermain. “Loh, Anji kenapa tidak ikut kerja bakti?” tegur Vioni.
“Tidak seru, Kak. Bikin berkeringat, kotor, dan capek,” jawab Anji.
“Anji, kan, belum meraskannya. Coba, deh, keluar dan ikut kakak kerja bakti.”
Anji menggeleng.
Vioni duduk di dekat Anji. “Bagaimana kalau kita berlomba mengumpulkan sampah terbanyak? Kalau menang akan kubelikan es krim!”
“Benarkah?”
Vioni mengangguk.

Anji mengikuti Vioni keluar rumah. Ternyata banyak juga anak-anak seumurannya yang ikut kerja bakti. Anji mengikuti Vioni dari belakang. Dia melihat anak-anak bekerja sambil tertawa dan bercanda bersama.
Anji ingat perjanjiannya dengan Vioni. Dia akan berlomba untuk mengumpulkan sampah paling banyak. Anji pun segera mengambil sapu dan ikut kerja bakti.

Anji sudah mengumpulkan banyak sampah. Dia tak peduli tangannya kotor atau badannya berkeringat. Ternyata, kerja bakti itu menyenangkan. Anji juga sangat senang saat Vioni memberinya es krim, meskipun dia kalah dari Vioni. Anji pun sadar, lingkungan yang sehat itu adalah lingkungan yang bersih.

(Halaman 50 - 60)

close

Main menu