Welcome to Short story

short story detail

Kok Lesu?
Oleh: Nindia Maya


Rumah Arka dan Danu berdekatan. Mereka pun sering berangkat sekolah bersama. Kali ini, giliran Arka yang menjemput Danu. Namun, Arka harus menunggu karena Danu masih sarapan.
“Maaf, ya, jadi menunggu. Aku baru selesai sarapan,” kata Danu merasa tidak enak. Mereka pun segera berangkat ke sekolah.

Dari kejauhan mereka melihat Pak Ahmad bersiap akan menutup pintu pagar sekolah. Mereka berdua mengayuh sepeda dengan cepat. “Ayo, segera masuk! Bel masuk sekolah sebentar lagi berbunyi,” seru Pak Ahmad.
“Gara-gara kamu sarapan dulu, kita hampir saja terlambat,” keluh Arka.
“Aku aja nggak pernah sarapan dulu,” lanjut Arka.
Danu mengikuti langkah Arka masuk ke dalam kelas.

Saat Bu Metia sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas, Danu menyimak dengan sungguh-sungguh. Sesekali dia mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dari Bu Metia. Tapi, Arka malah terlihat beberapa kali menguap, tampak lesu dan tidak konsentrasi.
“Hoaaam, berapa lama lagi, jam istirahatnya?” Arka melirik ke arah jam dinding.

Jam istirahat pun berbunyi. Melihat Arka yang tak bersemangat, Danu menghampiri Arka, “Kamu kenapa? Sakit, ya?” tanya Danu.
Arka menggeleng, “Nggak, cuma lemas saja dan agak mengantuk. Aku juga nggak bisa menangkap penjelasan Bu Metia. Nanti kamu ajarin aku, ya.”
“Mungkin karena kamu tadi nggak sarapan, ya? Jadinya lemas begini,” tanya Danu.
“Memangnya kenapa harus sarapan?” Arka menatap Danu tak mengerti.
“Kalau kita sarapan, kita akan lebih konsentrasi saat pelajaran. Jadi, nggak mudah mengantuk dan lesu,” jelas Danu.
“Dulu aku pernah seperti itu. Tapi setelah aku sarapan pagi, aku jadi jarang mengantuk dan merasa lesu di kelas. Kamu coba, deh,” Danu menepuk pundak sahabatnya.
Arka hanya terdiam. Dalam hatinya, dia ingin mencoba saran Danu esok harinya.

Fakta Unik tentang Sarapan
1. Sarapan dapat menambah energi untuk memulai harimu (terutama telur, gandum, dan buah-buahan).
2. Kamu bisa lebih fokus saat di kelas karena tidak lagi memikirkan makanan/perut yang lapar.
3. Mengurangi bad mood (suasana hati tidak baik) dan stres.
4. Meningkatkan metabolisme sehingga tubuhmu lebih siap untuk membakar energi sedini mungkin.
5. Mencegah kamu untuk makan berlebihan. Dengan menunda sarapan, biasanya kamu akan makan siang lebih banyak dengan ekstra kalori. Tentunya, membuat tubuhmu berisiko menjadi gemuk.
6. Mencegah kelaparan.
7. Mencegah camilan yang tidak sehat. Kamu akan lebih mudah mengatur kalori dan gizi selama sehari.
8. Menurunkan kolesterol jahat (LDL). Dengan tidak sarapan, metabolisme kita melambat. Lemak pun tersimpan lebih lama di dalam tubuhmu. Akibatnya, kamu ingin makan lebih banyak dan berat badanmu akan meningkat.
9. Sarapan juga dapat menurunkan berat badan.
10. Sarapan adalah kesempatan untukmu untuk makan makanan yang punya nutrisi tinggi dan bergizi.

Tip Memilih Sarapan yang Tepat dari dr. Astu
1. Pastikan sarapanmu memiliki kandungan protein yang cukup. Itu membantumu agar tetap bertenaga dan fokus di sekolah hingga jam makan siang tiba. Misalnya, telur, daging ayam, daging sapi, keju, susu, yoghurt, ikan, tahu, dan tempe.
2. Karbohidrat juga diperlukan untuk asupan sarapan. Sumber karbohidrat yang terbaik bisa didapat dari roti, nasi, atau kentang. Sebagai alternatif, kamu bisa menggantinya dengan sereal atau biji-bijian utuh. Misalnya, oatmeal, kaya akan kandungan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.
3. Buah dan sayur segar pun dapat melengkapi variasi sarapanmu. Pisang, kiwi, jeruk manis, apel, mangga, melon, dan pepaya adalah jenis buah-buahan yang dapat dipilih untuk menemani sarapanmu. Khusus untuk sayur, kamu dapat memilih bayam, wortel, brokoli, sawi, atau asparagus.

Tip untuk Bunda
Bagi bunda yang bekerja, tentu tidak mudah jika harus menyiapkan sarapan setiap pagi hari. Yuk, simak tip yang dapat dilakukan bunda agar si buah hati, termasuk ayah dan bunda, dapat sarapan setiap pagi.
1. Siapkan bahan sebelumnya. Untuk menghemat waktu, bunda dapat menyiapkan bahan untuk sarapan setelah makan malam. Bunda bisa menyiapkan, seperti alat makan atau bahan-bahan mentah yang akan dimasak untuk sarapan.
2. Buat sarapan sederhana. Bunda bisa menyiapkan menu sarapan, seperti roti dengan selai kacang, pisang dan segelas susu, atau sereal dengan susu. Sarapan sehat tak harus rumit, kan.
3. Sarapan di jalan. Faktor kesibukan bukanlah alasan untuk tidak sarapan. Jika tidak sempat sarapan di rumah, bunda bisa menyiapkan sarapan untuk dimakan di mobil saat si kecil menuju ke sekolah. Menu sederhana, seperti pisang, roti selai, dan sekotak susu cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil.


(Halaman 101-108)

close

Main menu