Welcome to Short story

short story detail

Mengapa Mata Gajah Kecil?

by HAPSARI HANGGARINI

Mengapa Mata Gajah Kecil?

Konon, gajah memiliki mata kecil karena itu adalah mata cacing yang diberikan kepadanya.

Dahulu kala, gajah dikenal sebagai raja hutan karena badannya yang sangat besar. Semua binatang takut kepadanya.

Tidak ada seekor binatang pun di hutan yang mampu menang melawannya. Harimau yang kuat pun terpental ke dalam gua, lalu dia bersembunyi di sana setelah kalah bertarung melawan Gajah.

Bahkan, Singa yang terkenal buas pun terluka saat bertarung dengan sang Raja Hutan hingga harus menumbuhkan rambutnya untuk menutupi luka itu.

“Tidak ada seekor binatang pun yang bisa mengalahkan aku!” seru Gajah sombong.

Gajah sangat menikmati kekuasaannya. Dia menyerang siapa pun untuk menunjukkan bahwa dirinya tak terkalahkan.

Bahkan, binatang-binatang kecil lari terbirit-birit karena ketakutan. Hal ini membuat Gajah semakin sombong dan semena-mena. Dia senang melihat mereka ketakutan!

Suatu hari, si Gajah memasuki perkampungan suku asli dan merusak kebun mereka. Penduduk kampung pun marah dan bertekad akan menangkapnya.

Ketika si Gajah datang kembali ke kebun itu, dia diserang oleh penduduk kampung dengan lembing.

Saking takutnya, si Gajah pun lari tunggang-langgang. Namun, dia tak sengaja menginjak jebakan bambu yang dipasang suku asli! Matanya pun buta karena tertusuk bilah bambu.

“Aduh, mataku!” seru si Gajah.
“Tolooong! Aku tidak bisa melihat!”

Namun, tak ada yang mau menolongnya karena tak ada seekor binatang pun yang suka dengan kesombongannya.

Sepanjang hari, si Gajah berteriak kesakitan. Ternyata, suara berisiknya mengganggu rombongan cacing di tanah. Hingga akhirnya si Raja Cacing menghampirinya.

“Kalau kamu ingin melihat kembali, ambil saja mataku,” kata si Raja Cacing. Lalu, dia memberikan sepasang matanya kepada Gajah.

Tanpa pikir panjang, si Gajah menerima pemberian itu. Sejak saat itulah gajah yang berbadan besar memiliki mata yang kecil.

Kata-kata mutiara untukmu:
Kesombongan hanya akan mendatangkan kesulitan bagi diri sendiri.

(Halaman 7-14)

close

Main menu