Welcome to Short story

short story detail

Manusia Kue Jahe

by Fleurus

Manusia Kue Jahe


Dahulu kala, ada seorang nenek yang sedang menunggu kedatangan cucu-cucunya.

“Aku akan membuatkan mereka kue jahe, mereka suka itu!” katanya.

Untuk menyenangkan mereka, dia membentuk kue jahenya seperti manusia. Nenek menaruhnya di oven. Tak lama kemudian, dia berseru, “Hmm, aromanya enak sekali! Kue jahe sudah matang!”

Tapi ketika dia membuka pintu oven, Manusia Kue Jahe melompat dari nampan dan berlari kabur.

“Aku yang tercepat, kamu takkan bisa menangkapku!” teriaknya.

Diikuti Nenek yang berlari mengejarnya, si Manusia Kue Jahe dengan cepat pergi ke kebun, tempat Kakek sedang memetik bunga mawar.

”Tangkap Manusia Kue Jahe itu, dia kabur!” teriak Nenek.

Kakek pun mengejar Manusia Kue Jahe. Namun, Kue Jahe berlari lebih cepat dan dia berteriak kepada mereka, “Aku yang tercepat! Kalian takkan bisa menangkapku!”

Dia pun tertawa.

Manusia Kue Jahe berlari, diikuti Nenek dan Kakek. Seekor sapi melihat mereka.

“Mooo, berhenti!” lenguhnya kepada si Kue Jahe. “Kamu akan membuat mereka lelah!”

“Kamu hanya perlu berusaha menangkapku!” jawab Kue Jahe.

Sapi pun ganti mengejar si Kue Jahe. Tapi Kue Jahe berlari lebih cepat lagi, dan dia berteriak, “Aku yang tercepat! Kalian takkan bisa menangkapku!”

Dia pun tertawa.

Manusia Kue Jahe terus berlari, diikuti Nenek, Kakek dan si Sapi. Dia lewat di depan seekor kuda besar dan berkata, “Hai, Kuda Besar! Kamu pasti berlari sangat cepat! Coba tangkap aku!”

Si Kuda yang angkuh segera mengejarnya. Tapi manusia Kue Jahe berlari lebih cepat, dan dia berteriak kepada semua yang mengejarnya, “Aku yang tercepat! Kalian takkan bisa menangkapku!”

Dia pun tertawa.

Manusia Kue Jahe yang sedang berlari, diikuti Nenek, Kakek, Sapi, dan Kuda, berpapasan dengan seekor rubah.

“Hmm, Manusia Kue Jahe ini kelihatannya menggiurkan,” bisik si Rubah.

“Kalau begitu cobalah untuk menangkapku!” teriak si Kue Jahe padanya.

Dengan sikapnya yang culas, Rubah menjawab, “Kenapa aku harus mencoba menangkapmu? Aku masih punya pekerjaan yang lebih baik dibandingkan orang-orang itu.”

Dia pun duduk di semak-semak.

Tak jauh dari situ, Manusia Kue Jahe melihat sebuah sungai. Namun, dia tak bisa berenang, Nenek pasti akan menangkapnya!

Rubah pun datang dan menawarkan bantuan, “Naiklah ke punggungku dan aku akan menyeberangkanmu. Cepat, sebelum mereka
menangkapmu!”

Si Kue Jahe bersedia. Rubah pun mulai berenang.

Di tengah sungai, air mulai dalam.

“Naiklah ke kepalaku atau kamu akan tenggelam,” saran si Rubah.

Manusia Kue Jahe naik ke kepala si Rubah.

“Sekarang pergilah ke hidungku agar aku bisa menurunkanmu,” ujar Rubah lagi.

Manusia Kue Jahe turun ke hidung rubah.

Tapi tiba-tiba, Rubah melontarkan si Kue Jahe dari hidung dan melahapnya bulat-bulat! Setelah itu, tak seorang pun mendengar kabar tentang Manusia Kue Jahe.

(Halaman 39-49)

close

Main menu