Welcome to Short story

short story detail

Tersesat di Kota Raja
Oleh: Ruri Irawati


Hari ini kelas Putri Davina akanberwisata keliling Kota Raja. Semua anak menyambutnya dengan gembira.

Mereka siap berangkat dengan kereta kuda istana. Di dalam kereta, Miss Apple mengingatkan anak-anak.
“Sesampainya di pusat kota, ikuti terus langkah Miss, ya. Agar tidak ada yang terpisah dan tersesat.”

Mereka pun tiba di pusat kota. Suasana di sana ramai dan banyak orang berjualan. Anak-anak mulai berkeliling ke pasar Kota Raja dipimpin oleh Miss Apple.
“Aku akan mencari sesuatu yang lucu untukmu, Drago,” bisik Putri Davina.
“Hei, aku juga akan membelikan sesuatu untuk Wilde, kudaku,” bisik Pangeran Andrew tak mau kalah.

Tiba-tiba, Putri Davina melihat sesuatu yang menarik di dalam sebuah toko.
“Hei, ini cocok sekali untuk Drago!” seru Putri Davina.
“Ah, tali kekang ini juga bagus sekali untuk Wilde!” Pengeran Andrew bersorak riang.
Keduanya sibuk memilih pernak-pernik lucu untuk peliharaan mereka. Tanpa disadari, mereka terpisah dari rombangan kelas.

Beberapa saat kemudian, Putri Davina tersadar.
“Gawat! Kita terpisah dari Miss Apple dan teman-teman!”
“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Pangeran Andrew kebingungan.

“Kita harus bertanya kepada orang lain jalan menuju sekolah.”
Pangeran Andrew terdiam mendengar jawaban Putri Davina.
“Tapi, Ibu tidak pernah mengizinkanku berbicara dengan orang yang tidak dikenal,” gumamnya ragu.
“Jika tidak tahu, sebaiknya kita bertanya.”
Putri Davina akhirnya bertanya kepada seorang pedagang.

Setelah diberi tahu jalan menuju sekolah, Putri Davina dan Pangeran Andrew mencari jalan tersebut di tengah keramaian pasar. Namun, tiba-tiba ....
“Hei, lihat! Anak itu mengambil buah tanpa membayarnya!” seru Pangeran Andrew.
“Oh! Ayo, kita laporkan ke petugas keamanan!”
“Jangan! Petugas itu wajahnya menyeramkan. Ibuku bilang kita harus menjauh dari orang yang menakutkan,” Pangeran Andrew menolak.
“Tidak apa-apa, Pangeran Andrew. Petugas keamanan adalah seseorang yang dapat membantu kita menangkap pencuri dan penjahat,” jelas Putri Davina.
“Baiklah,” kata Pangeran Andrew setuju.
Akhirnya, mereka melapor kepada petugas keamanan dan pencuri itu berhasil ditangkap.

Putri Davina dan Pangeran Andrew lalu melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan, mereka menemukan persimpangan jalan! Mereka pun bingung menentukan jalan yang harus diambil.
“Ah, aku akan bertanya pada ibu yang menggendong anak itu,” seru Putri Davina sambil menunjuk seorang ibu bersama anaknya.
“Jangan! Ibu bilang, kita tidak boleh bicara pada orang asing,” tahan Pangeran Andrew.
“Tak apa-apa, Pangeran Andrew. Kata ibuku, jika tersesat sebaiknya kita bertanya pada orang yang bisa kita percaya. Seperti petugas keamanan atau seorang ibu yang membawa anak,” jawab Putri Davina meyakinkan.
Keduanya pun mendatangi ibu itu untuk bertanya.
Dengan ramah, sang ibu menunjukkan arah menuju Sekolah Putri dan Pangeran.

Miss Apple bersyukur keduanya selamat sampai di sekolah.
“Semuanya berkat keberanian Putri Davina,” kata Pangeran Andrew dengan gembira.
Putri Davina dan Pangeran Andrew tersenyum bangga. Benar-benar pengalaman yang luar biasa!

(Halaman 21 - 40)

close

Main menu