Welcome to Short story

short story detail

Cermin Raksasa untuk Putri Audrey


Oleh: Nurul Ikoma K.


Suatu hari Putri Audrey dan Putri Anna memetik bunga di taman. "Aduuuh! Gatal dan panas sekali wajahku," ucap Audrey saat mencium bunga yang dipetiknya. Lalu Putri Annak segera membawa saudara kembarnya ke tabib istana.


"Itu bunga liar dan berbahaya, Putri. Saya tidak punya obatnya. Untuk sementara minum ramuan penghilang gatal ini saja dulu," ucap sang tabib. Gatal dan rasa panas memang hilang, tapi wajah Putri Audrey masih memerah.


Putri Audrey sedih dan tidak mau bercermin lagi. Sejak hari itu, dia sering mengurung diri di kamarnya. "Mulai saat ini aku melarang adanya cermin di negeri ini," ucap raja sedih di depan rakyatnya. Semua cermin pun dihancurkan.


"Ayah ... aku akan berusaha mencari obat untuk Audrey. Dan aku tidak akan kembali sebelum menemukannya," ucap Putri Anna lalu pergi dengan menunggang kuda. Raja dan ratu kaget sekali, tapi keduanya tidak bisa mencegah kepergian Putri Anna.


Berminggu-minggu lamanya Putri Anna meninggalkan kerajaan, tapi obat untuk Putri Audrey belum juga ditemukan. Hingga suatu hari dia bertemu dengan seorang kakek tua yang membawa kayu bakar. "Biarkan aku membantumu, Kek," ucap Putri Anna turun dari kudanya. "Sebenarnya engkau mau ke mana, Nak?" tanya Kakek. "Aku sedang mencari obat penawar untuk saudara kembarku, Kek," ucap Putri Anna. Lalu Putri Anna menceritakan musibah yang dialami oleh Putri Audrey.


Ternyata kakek itu tahu obat penawarnya dan mengajak Putri Anna ke sebuah danau tempat obat itu berada. Putri Anna takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Danau itu seperti cermin raksasa. "Inilah penawar itu," ucap kakek memberikan buah yang berwarna biru pada Putri Anna. Putri Anna pun mengucapkan terima kasih dan pulang ke kerajaannya.


Sesampainya di kerajaan, Putri Anna segera memberikan buah penawar itu pada Putri Audrey. Keesokan harinya, Putri Audrey pun sembuh total. "Aku ingin bercermin. Tapi, sayang sekali semua cermin di negeri ini sudah dihancurkan," ucap Putri Audrey sedih. "Jangan sedih. Aku akan mengajakmu melihat cermin raksasa," ujar Putri Anna semangat.


"Di sanalah cermin raksasa itu," tunjuk Putri Anna ke sebuah danau. Raja, ratu, dan rombongan kerajaan yang ikut tercengang serta takjub melihat pemandangan yang indah. Permukaan danau itu memantulkan awan-awan putih, burung-burung, pelangi, dan semua yang ada di atasnya, mirip sebuah cermin.


Putri Anna lalu mengajak Putri Audrey ke tengah danau. Mereka tidak akan tenggelam karena airnya sangat dangkal. Putri Audrey sangat senang saat melihat wajahnya, lalu dia memeluk saudaranya. Raja, ratu, serta rombongan lainnya pun bergembira dan ikut ke tengah danau. Mereka semua terlihat seolah-olah pergi ke atas langit.


FAKTA UNIK:


Salar de Uyuni di Bolivia adalah sebuah gurun garam yang terluas di dunia. Tempat yang asin ini akan cantik sekali setelah turun hujan. Sebab seolah-olah langit dan bumi menyatu, mirip cermin raksasa. Hal itu dikarenakan permukaannya memantulkan segala sesuatu yang ada di atasnya, seperti awan-awan putih, burung flamingo, wisatawan yang berkunjung, dan lain-lain.


(Hlm. 109-120)

close

Main menu