Welcome to Short story

short story detail

Akibat Menyontek


Oleh: Widya Ross


Besok ada ulangan berhitung, tapi Bobo Kerbau tidak mau belajar. Lihatlah! Dia malah tidur-tiduran sambil makan rumput. Santai sekali! Keesokan harinya di sekola, Bu Riri Lembu membagikan soal. "Aduh, susah sekali," gumam Bobo sambil mengusap tanduknya berkali-kali. Di sampingnya, Momo Sapi mengerjakan dengan tekun. "Sepertinya dai bisa," pikir Bobo.

Lalu, sebuah ide muncul di benak Bobo. Dia hendak menyontek pada Momo. Dia pun menggeser kursinya ke arah Momo pelan-pelan. Kemudian, dia melirik jawaban yang ditulis Momo. Momo yang melihat tingkah aneh Bobo langsung bertanya dengan ketus, "Kamu melirik jawabanku, ya?"

"Tidak, kok. Aku memerhatikan pulpenmu yang lucu," Bobo berbohong. Nono kemudian kembali menyontek kepada Momo. Setelah mengisi semua soal dari hasil menyonteknya, Bobo lalu menyerahkan lembar jawabannya ke Bu Riri. "Astaga! Aku kurang teliti," gumam Momo tiba-tiba.

Momo kemudian menghapus jawaban-jawabannya yang keliru. Bobo yang mendengar gumaman Momo hanya bisa memandangnya sambil memegangi kedua tanduknya. "Waduh! Jawabanku juga salah, dong," pikirnya. Bobo pun panik. Tapi, percuma saja karena lembar jawanannya sudah dikumpulkan.

Seminggu kemudian, hasil ulangan dibagikan. Dari semua murid, nilai Momolah yang paling bagus. Lalu, bagaimana dengan nilai Bobo? Dia mendapatkan nilai yang paling rendah. "Kamu harus belajar lebih giat lagi, Bobo," kata Bu Riri. Bobo merasa malu sekali.

Dua minggu kemudian ada ulangan berhitung lagi. Namun kini, Bobo tidak tidur-tiduran lagi. Dia belajar dan berlatih keras. Dia tidak ingin mndapat nilai paling rendah lagi. Esok harinya, Bobo mengerjakan semua soal ulangan dengan mudah. Dia juga tidak menyontek lagi. Buat apa? Kan Bobo sudah bisa menjawab sendiri.

Seminggu kemudian, hasil ulangan diumumkan. Kalian tahu? Ternyata Bobo mendapat nilai tertinggi, sama seperti Momo! Wah, wah, bahagia sekali Bobo.

 

(Hlm. 21-30)

close

Main menu