Welcome to Short story

short story detail

Khansa, Princess Penyair Pengobar Semangat
Oleh: Tethy Ezokanzo dan Ryu Tri


Khansa, atau yang bernama asli Tumadhar binti Amru, adalah seorang penyair perempuan. Dia adalah penyair terbaik pada masanya, dan syair-syair ciptaannya sangatlah indah. Selain pandai bersyair, Khansa juga merupakan perempuan pemberani. Pada tahun 16 H, yaitu pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Khansa dan keempat anak lelakinya ikut dalam Perang Qadisiyah.

Sehari sebelum pertempuran, Khansa terus menyemangati anak-anaknya dengan syair-syair indah.“Hai anakku, dengan kerelaan kalian, kalian masuk Islam.

Dan dengan kerelaan kalian, kalian telah berhijrah. Demi Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Dia. Kalian adalah anak-anak dari perut ibu yang sama dan ayah yang sama. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, dan tidak pernah menghinakan kemuliaan pamanmu, dan aku tidak pernah merusak silsilah keluarga.

Kalian mengetahui pahala-pahala yang tidak Allah berikan kepada kaum muslimin yang berjuang melawan orang-orang kafir, dan kalian mengetahui bahwa akhirat adalah kehidupan yang selama-lamanya dan kehidupan yang terbaik, sedangkan dunia adalah kehidupan yang fana dan akan rusak. Jika esok kalian bangun dengan sehat, bangunlah dengan penuh keberanian dan semangat. Bertempurlah sambil meminta pertolongan kepada Allah. Jika terlihat pertempuran bertambah seru, teruslah maju ke medan pertempuran dengan semangat tinggi. Insya Allah kalian akan masuk surga dengan penuh kemuliaan.”

Esok paginya, keempat anaknya bangun dan pergi ke medan perang. Mereka bertempur sambil mengucapkan syair-syair ibunya. Mereka semua akhirnya mati dalam keadaan syahid.

 

(Halaman 24 – 29)

close

Main menu