Welcome to Short story

short story detail

Toko Kebutuhan Hewan Happy Paws

by PAULA HARRISON

Toko Kebutuhan Hewan Happy Paws


Kitty mengikutinya dari jarak yang aman. Dia mendongak untuk membaca plang nama toko yang disinari lampu jalan. “Toko Ke-butuhan Hewan Happy Paws.” Dia membaca dengan bersuara. “Menurut kalian, dia tinggal di sini?”

Mata Pumpkin melotot. “Mungkin dia mencuri untuk tuannya.”

“Aneh sekali!” kata Figaro. “Aku belum pernah mendengar tentang
toko ini. Sepertinya toko ini baru buka beberapa bulan lalu.”

Cleo mendengus. Bulu abu-abunya bersemu oranye tertimpa cahaya lampu jalan. “Seharusnya aku bekerja lebih baik. Aku tidak cukup baik mengawasi museum. Aku harus memperbaiki situasi ini!”

“Kamu sudah bekerja dengan baik,” ujar Kitty kepada Cleo. “Maaf aku membuatmu terus mengobrol! Ayo, kita periksa jendela-jendela ini dan menemukan cara terbaik untuk masuk.”

“Ide cemerlang! Jika kita bisa menjebak si pencuri―” Cleo terdiam karena pintu toko terbuka lagi.

Anjing pencuri melesat keluar, matanya melebar dan berkaca-kaca. Dia berlari cepat di sepanjang jalan dan menghilang dalam kegelapan.

“Dia tidak membawa patung harimau emas lagi,” seru Kitty. “Dia pasti meninggalkannya di dalam!”

“Ada jalan masuk di sebelah sana.” Figaro menunjuk jendela yang terbuka tepat di bawah atap.

“Kamu dan Pumpkin akan berjaga di luar, beri tahu kami kalau si pencuri kembali,” kata Cleo. “Bisa jadi dia jenis anjing yang berbahaya.”

“Siap!” Figaro mengangguk. “Hati-hati, ya!”

“Jangan khawatir, kami pasti hati-hati!” Kitty memanjat tembok di sisi toko dan melongok melalui jendela.

Bagian dalam toko itu terlihat gelap dan terdengar suara-suara ber-derak dan cicit hewan-hewan yang ada di dalam kandang. Kitty menyelinap melalui jendela. Dia memijakkan kakinya ke atas lemari dan melompat tanpa suara ke lantai. Setelah itu, dia membantu Cleo turun.

Cahaya bulan memantul di lantai keramik berwarna abu-abu. Bagian
tengah toko penuh dengan lusinan kandang-kandang burung, marmut,
kelinci, serta kandang kura-kura. Rak-rak makanan hewan dan alas tidur tersembunyi di bagian belakang toko yang gelap.

“Menurutmu, di mana dia meninggalkan patung harimau emas itu?” bisik Kitty.

Cleo mengendus. “Sulit mengikuti jejak aroma tubuh si pencuri. Terlalu banyak aroma hewan di sini.”

“Berarti kita harus memeriksa tempat ini.” Kitty melihat sekeliling untuk mencari tempat yang mungkin dipakai untuk menyembunyikan patung harimau emas. Dia menunjuk meja pelayanan toko. “Aku akan memeriksanya.” Namun ketika berbalik, dia merasa seseorang mengawasinya.

Sepasang mata berwarna emas mengamatinya dari rak makanan hewan.

Kemampuan melihat dalam gelap Kitty semakin tajam dan dia langsung mengetahui bahwa itu adalah mata kucing. Makhluk itu memiliki bulu berwarna seperti madu dan perhiasan berkilat di lehernya.

Kitty mengatur napas. Siapa kucing baru ini? Apa yang mereka ketahui tentang pencurian patung harimau emas?

(halaman 63-70)

close

Main menu