Welcome to Short story

short story detail

Hobi Baru Kaila
Oleh: Nindia Maya


Khaira senang mengumpulkan gelas plastik atau botol minuman yang ditemuinya. Kebiasaan ini terbawa saat dia di sekolah. Teman-teman Khaira heran melihatnya. Setiap mereka minum
dari gelas plastik atau botol minuman, Khaira melarang untuk membuangnya. Khaira akan mengumpulkannya dan membawanya pulang.

Ini membuat teman-teman Khaira menjulukinya sebagai pemulung sekolah. Dia pun sering diejek teman-temannya. Namun, Khaira selalu mengabaikannya. Tidak hanya mengumpulkan botol plastik, dia juga senang mengumpulkan kardus-kardus
bekas pakai lainnya.

Di rumah, banyak sekali barang-barang bekas yang telah dikumpulkan Khaira. Ternyata, Khaira dan ibunya sedang mendaur ulang barang-barang bekas itu. Benda-benda berguna hasil daur ulang terlihat bagus dan menarik, seperti kotak pensil, vas bunga, rak sepatu, pigura, dan rak buku.

Di sekolah, ada tugas kelompok yang diberikan Ibu Guru. Khaira sekelompok dengan Dina dan Salma. Khaira mengajak Dina dan Salma untuk mengerjakan tugas kelompok di rumahnya. Karena rumah Khaira yang paling dekat dengan sekolah, mereka pun setuju.

Sesampainya di rumah Khaira, Dina dan Salma dibuat kagum dengan perabot dan perkakas rumah Khaira yang unik.
“Wah, ini kamu beli di mana?” tanya Dina penasaran.
Ada tempat pensil cantik dari botol minum, pigura dan rak sepatu dari kardus bekas, keranjang sampah dari kertas koran ....
“Ini aku sendiri yang membuatnya, lho,” ujar Khaira. Dina dan Salma melongo tak percaya.

Kemudian, Khaira menunjukkan ruang tamunya. Kursi-kursinya terbuat dari botol-botol plastik. Dina dan Salma kagum melihatnya. Padahal, awalnya Salma dan Dina selalu mengejek Khaira.
Kursi dan meja di ruang tamu Khaira dibuat menggunakan botol-botol Ecobrick.
“Botol-botol plastik ini aku kumpulkan sedikit demi sedikit. Nah, ini namanya Ecobrick,” jelasKhaira.
“Wah, jadi, selama ini kamu mengumpulkan gelas dan botol plastik untuk ini?” tanya Dina. Khaira mengangguk mantap sambil tersenyum.
Ternyata, mereka telah salah menilai Khaira selama ini. Dina dan Salma jadi ingin belajar mendaur ulang dari Khaira.
“Ajarkan aku cara membuatnya, dong,” kata Dina dan Salma.
“Tidak apa-apa, nih, diejek sebagai pemulung sekolah?” goda Khaira. Dina dan Salma tertawa bersama.
Mereka jelas tidak keberatan. Bisa mendaur ulang dan peduli terhadap lingkungan itu keren.

(Halaman 101 - 116)

close

Main menu