Welcome to Short story

short story detail

Kenapa Bisa Jatuh?
Oleh: Lee Roo Mee


Toing! Aku melompati galah.
Tinggi ke langit, melompat tinggi!
“Wah, aku terbang!”
Aku kepakkan kedua lenganku seperti burung.

Tak peduli setinggi apa pun, aku akan kembali jatuh!
“Kenapa bisa jatuh, ya?”

Angin bertiup kencang. Dahan pohon melambai-lambai tertiup angin.
Apel yang menggantung di dahan pohon berbicara pada angin.
“Angin, aku juga ingin terbang. Maukah kamu menerbangkanku dari dahan pohon ini?”

Tapi apel itu jatuh ke tanah saat terpisah dari dahan.
“Kenapa bisa jatuh?”

Sebuah bola melambung di tanah.
“Temanku, lambungkan aku tinggi di udara. Aku ingin terbang tinggi, tinggi sekali,” kata bola.
Anak-anak menendang bola tinggi ke langit!
Tapi bola itu kembali jatuh ke tanah.
“Kenapa bisa jatuh?”

Rintik-rintik air hujan jatuh ke Bumi.

Kepingan salju jatuh ke Bumi.

Telur ceplok yang dilempar jatuh kembali ke penggorengan. Aliran air terjun mengalir jatuh ke bawah. Parasut terjun menuju ke Bumi. Panah yang ditembakkan tinggi ke langit juga jatuh.
“Kenapa semuanya jatuh?”
“Itu karena aku menarik mereka. Aku menarik apa pun yang ada di atasku. Kemampuanku ini disebut juga gaya gravitasi,” jawab Bumi.

Aku ingin tahu, adakah tempat yang tidak memiliki gaya gravitasi?
Ayo kita mengendarai roket ke langit! Pergi jauh dari Bumi menuju ke luar angkasa.
Di luar angkasa, segala sesuatu melayang-layang. Air dan roti melayang, bantal dan selimut juga melayang. Tidak ada yang jatuh karena tidak ada gaya gravitasi.

Di luar angkasa, tepukan ringan pada bola akan membuat bola melambung jauh. Kalau aku menggambar, buku gambar dan krayonnya juga akan melayang.
Hal itu terjadi karena tidak ada gaya gravitasi.

Kita tidak bisa melakukan apa pun di luar angkasa karena tidak ada gaya gravitasi.
Kita tidak bisa menggunakan sendok untuk makan nasi.
Kita tidak bisa merentangkan kedua lengan saat tidur.
Kita bahkan tidak bisa bermain bola dan menendangnya tinggi-tinggi ke udara.

Karena itu, Bumi adalah tempat terbaik untuk hidup berkat gaya gravitasinya. Jadi, ayo naik roket dan kembali ke Bumi!

Terima kasih, Bumi! Karena telah membuat kami tidak melayang-layang.

(Halaman 197 - 224)

close

Main menu