Welcome to Short story

short story detail

Apa yang akan Terjadi pada Kacang Polong?
Oleh: Lee Roo Mee


Kuning, jingga, hijau, dan hitam. Permen cokelat berwarna-warni ditaruh di atas piring. Ketika mereka sedang asyik mengobrol, kacang polong datang mendekat.
“Boleh aku ikut bermain dengan kalian?”

Tiba-tiba, seorang anak memungut kacang polong itu.
“Apa ini? Ini bukan tempat kacang polong!”
Anak itu melemparnya keluar lewat jendela.

Pluk! Kacang polong itu mendarat di tanah.
Tik-tik. Rintik-rintik hujan menghantamnya.
“Aduh! Jangan pukuli aku! Sakit!” Dia berusaha menghindari air hujan.

Kacang polong membenamkan dirinya ke tanah yang basah. Rasanya jauh lebih nyaman dan tenang.
Tik-tik-tik-tik ....
Kacang polong tertidur lelap sementara rintik-rintik hujan seolah mendendangkan lagu nina bobo untuknya.
Dia tidur selama satu hari, dua hari, tiga hari ....
Berapa hari kacang polong itu tidur?

Akar kecil menyembul dari kacang polong itu.Sekarang, dia juga menumbuhkan batang kacang.
“Aku haus sekali.”
Dengan menggunakan akar kecilnya, dia mengisap air segar.

Dia ingin segera keluar dari tanah. Jadi, dia cepat-cepat menumbuhkan dua helai daun,
membersihkan tanah dari tubuhnya, dan membuat akar baru di tanah.
“Wah, Matahari sangat cerah!” katanya saat cahaya Matahari mengenai matanya.
Daun-daunnya menyerap banyak cahaya Matahari.

Batangnya tumbuh semakin besar dan semakin tinggi.
“Tinggiku terus bertambah. Tapi aku sudah tidak kuat untuk menopang diri. Bagaimana ini?”
“Naiklah ke batangku!” jawab bunga matahari yang ramah sambil tersenyum.

Batang kacang polong meregangkan tubuh lalu meliuk naik ke batang bunga matahari.
“Bunga matahari, bungamu sungguh besar dan indah. Kuharap bungaku juga seperti itu!” kata kacang polong iri.
“Jangan khawatir. Bungamu juga pasti akan mekar.”
“Oh, ya? Aku akan punya bunga sepertimu? Oh, aku tidak sabar menunggu!” teriak kacang polong dengan gembira.

Tak lama kemudian, sekuntum bunga putih kecil pun mekar. “Lihatlah betapa lucunya bungamu!” puji bunga matahari pada kacang polong.
“Huhh. Bukan bunga seperti ini yang kumau. Kupikir bungaku akan jauh lebih besar.”
Kacang polong kecewa. Dia mengeluh dan marah.
“Kacang polong, setiap bagian tubuhmu sangat berharga. Akarmu menyerap air dan sari-sari makanan, daunmu menyerap sinar Matahari, dan batangmu menyebarkan makanan ke seluruh tubuhmu. Aku yakin bunga ini akan memberimu kejutan.”
“Aku tidak yakin. Apa yang bisa dilakukan bunga kecil dan lemah ini?” Kacang polong terdiam dan sangat sedih.

Hari-hari berlalu, bunga kacang polong mulai layu dan akhirnya gugur. Begitu bunga itu jatuh, muncullah kulit kacang berwarna hijau menggantikan bunga-bunga tersebut.
“Selamat! Kamu memiliki kulit kacang yang cantik! Sebentar lagi kamu akan menghasilkan buah!”
“Buah? Buahku sendiri? Benarkah?” Kacang polong sangat bahagia.
Dia ingin buahnya matang dan menjadi kacang yang besar serta sehat. Karena itu dia minum banyak air dan menyerap banyak sinar Matahari.

Suatu hari, seekor burung kecil menghampiri kacang polong.
“Sepertinya ini enak!” Sambil mengapit kulit kacang polong di mulutnya, burung kecil itu terbang dan hinggap di jendela.
Tuk, tuk. Dia mematuk kacang polong itu satu per satu. Tak sengaja, sebutir kacang jatuh. Apa yang akan terjadi dengan kacang polong itu?

 

(Halaman 1 - 28)

close

Main menu