Welcome to Short story

short story detail

Beruang Makan Sayuran
Oleh: Min Hae


Di sebuah desa kecil, hiduplah beberapa ekor kelinci. Kelinci-kelinci itu menanam sayuran dan buah-buahan. Mereka menggali lubang dan menanam biji-bijian. Mereka menyiraminya dengan air dan memberinya pupuk.

Pada suatu hari, seekor beruang jahat datang ke desa itu.
“Aku akan memakan kalian semua hidup-hidup! Grrrr!”
Beruang itu hendak memakan kelinci yang dekat dengannya. Kelinci-kelinci itu gemetar ketakutan.
“Biarkan kami hidup. Sebagai gantinya, kami akan memberimu sayuran dan buah-buahan.”

Kelinci-kelinci itu lari ke ladang. Mereka cepat-cepat mengumpulkan sayuran hijau, beberapa buah wortel, dan juga lobak putih! Tapi, Beruang tidak mau.
“Kelihatannya menjijikkan!”
Para kelinci cepat-cepat menggali tanah untuk mengambil umbi-umbian. Ada kentang yang bulat-bulat dan ubi yang besar-besar! Akan tetapi, beruang itu malah mengantuk melihatnya.
“Yang itu juga kelihatannya tidak enak!”
“Sayuran apa yang disukai beruang?”
Kelinci-kelinci itu kemudian memetik mentimundan labu air.
Tapi, si Beruang tampak tidak peduli. Lalu, tiba-tiba kelinci yang paling muda punya akal.
“Ah, kita seharusnya mengambil hasil panen dari ladang sebelah!”

Kemudian mereka semua pergi ke ladang sebelah dan menemukan tanaman semangka dan tomat. Kelinci-kelinci itu memetik semangka yang besar-besar dan tomat yang merah-merah.

Lalu, mereka semua cepat-cepat menuju ke pohon buah. Di pohon apel, mereka melihat apel yang merah-merah dan di pohon pir ada banyak pir kuning yang lezat. Kelinci-kelinci itu lalu memetik buah apel dan pir yang sudah matang dan meletakkannya di keranjang.

“Ini ada sayuran dan buah-buahan yang enak. Kami harap kamu menyukainya.”
Beruang memakan semua itu tanpa sisa. Akan tetapi, dia masih tidak puas.
“Rasanya enak, tapi aku masih lapar. Aku tidak akan kenyang, sampai aku memakan kalian!”

Saat itu, kelinci yang paling muda berteriak, “Tunggu dulu! Aku akan membawakan sesuatu yang lebih enak.”
Kelinci muda itu berlari ke ladang dan memetik sayuran. Kemudian, diam-diam dia memasukkan sesuatu ke dalam bungkusan daun labu.
Kelinci muda itu memberikannya kepada Beruang sambil berkata, “Ini adalah sebungkus sayuran yang enak.”
“Benarkah? Biar kucoba.”
Si Beruang memasukkan seluruh sayuran ke dalam mulutnya dan mulai mengunyah.
“Ah! Apa ini? Pedas! Air, air! Beri aku air!”
Beruang itu lari dengan wajah merah dan asap yang keluar dari telinganya.
Kelinci yang lain terlihat bingung.
“Apa yang kamu taruh dalam sayuran itu?” mereka semua menanyai kelinci muda itu.

Kelinci muda itu tersenyum dan membuka bungkusan sayurnya. Di dalamnya ada banyak sekali bawang bombai, bawang putih, dan cabai.
“Hahaha, perut beruang itu rasanya pasti seperti terbakar!”
Kelinci-kelinci itu tertawa. Sejak saat itu, mereka tidak pernah melihat beruang itu lagi.

(Halaman 1-28)

close

Main menu