Welcome to Short story

short story detail

Peri Danau


Dahulu kala, di sebuah hutan, ada sebuah danau indah berwarna hijau zamrud. Setiap sore, lonceng-lonceng gereja yang ada di dekat danau berdentang-dentang. Di saat itu pula, seorang peri muncul dari dalam danau. Peri yang berambut panjang itu sangat senang mendengarkan dentang lonceng yang merdu.

Kemudian, setelah yakin tak ada orang di sekelilingnya, dia memanggil para unicorn putih cantiknya.
“Kemarilah, Sayangku! Ikutlah denganku ke lembah hijau. Regangkan kaki lemah kalian. Tapi hati-hati, jangan sampai terlihat!”

Di antara mereka, ada seekor unicorn kecil bernama Salju. Dia selalu lebih lambat dari yang lainnya.

Lalu, Peri menegurnya, “Kita harus kembali ke dalam air sebelum lonceng-lonceng itu berhenti berbunyi,” katanya, “Berhati-hatilah!”

Suatu hari, tanpa takut Salju berjalan-jalan ke sebuah peternakan. Dia bergabung bersama kawanan sapi. Kedatangannya tampak tidak mengganggu sapi-sapi yang sedang merumput. Salju mengamati mereka, penasaran.

Tiba-tiba, dari arah kandang datang seekor anjing yang menyalak sangat keras. Sebelum sempat kabur, anjing itu menggigit kaki Salju. Dia mencoba menanduknya, tapi anjing itu sangat gigih.

Mendengar keributan tersebut, si Gembala pun datang menghampiri Salju. Si Gembala mengalungkan tali ke leher Salju, lalu melepaskannya dari gigitan anjing gembala. Kemudian, dia membelai punggung Salju, sambil menggosok-gosokkan tangannya, puas.

“Semoga kamu memberiku susu yang bagus, Cantik. Aku tahu kalau susu unicorn harganya sangat mahal, berkat dirimu aku akan kaya raya!” Lalu dia menarik Salju untuk dibawa ke istal peternakannya.

Istri si Gembala mengusulkan untuk membuat keju dari susu unicorn, lalu menjualnya ke pasar. Suami-istri itu senang, membayangkan jumlah uang yang akan masuk ke kantong mereka. Di antara batang-batang padi, Peri Danau menatap peternakan itu.

Apa yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan unicorn kecilnya yang senang keluyuran? Malam mulai datang. Bintang-bintang bermunculan. Peri Danau bernyanyi dengan lembut. Jauh di atas langit, bintang kecil berkelapkelip, lalu perlahan jatuh dan masuk ke dalam istal.

Kemudian, Peri Danau tersenyum.“Besok,” ujarnya, “Si Gembala dan istrinya akan terkejut menemukan pengganti unicornku, seekor kambing tua yang bau. Namun, dia akan menemukan
sekarung keping emas di atas jerami yang akan membuat mereka melupakan unicornku.”

Lalu, Peri Danau meniup terompet kecilnya agar Salju kembali bersamanya. Dengan gembira, Salju kembali ke dasar danau bersama kelompoknya, sementara bunyi lonceng yang merdu semakin menghilang di kejauhan.

(Halaman 10 - 16)

close

Main menu