Welcome to Short story

Short story

short story detail

Princess Asma
Oleh: Lisdy Rahayu



“Hei jangan lari, Bibo!” seru Princess Asma sambil mengejar kelinci kesayangannya yang melompat dengan cepat.
“Bibo! Bibo! Sembunyi di mana kamu?” ujarnya kemudian ketika kehilangan jejak si Bibo yang entah bersembunyi di balik semak bagian mana.
“Bibo... ayo, kamu sembunyi di mana? Siap atau tidak, aku pasti akan menemuanmu!” ulang Princess Asma yang tak berapa lama kemudian berhasil menemukan kelinci kesayangannya. Karena hari sudah sore, Princess Asma membawa Bibo kembali ke istana.
“Sudah, ya, mainnya besok lagi!” ujarnya.

Princess Asma sangat senang bermain dan kejar-kejaran dengan Bibo. Hampir setiap hari Princess Asma membawa Bibo ke taman. Tak jarang para dayang jadi panik karena Princess Asma yang kadang suka ikut bersembunyi di balik semak-semak.

Tapi pada kali ini, Princess Asma sungguh membuat dayang takut terkena hukuman dari sang raja karena mereka tak menemukannya yang menghilang begitu saja.

Ketika sedang mengejar Bibo, Princess Asma menemukan sebuah lubang di balik semak-semak. Karena merasa penasaran, Princess Asma mengikuti Bibo, menyusuri lubang tersebut yang ternyata membawanya ke hutan di belakang kebun istana.

Princess Asma melihat sebuah gubuk kecil di tengah hutan. Terdengar suara erangan, tampaknya ada seseorang yang sedang sakit. Meskipun sempat merasa ragu, Princess Asma mendekati gubuk tersebut. Princess Asma melihat seorang Kakek yang terbaring karena sakit. Princess Asma mendekati dan bertanya kepada Kakek itu, ternyata sang Kakek sedang demam. Dengan cekatan Princess Asma mencari kain untuk mengompres sang Kakek.

Keesokan harinya, diam-diam Princess Asma membawa sedikit makanan dan beberapa obat-obatan yang disembunyikan di balik gaunnya, melewati lubang di balik semak-semak itu kembali ke gubuk sang Kakek di tengah hutan.

Sang pelayan istana yang melihat Princess Asma itu kemudian mengikutinya dari belakang, dan alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui Princess Asma masuk ke dalam hutan lebat yang terkenal dengan keangkerannya. Tanpa menunggu lama, sang pelayan melaporkan apa yang dilihatnya itu kepada Raja.

Mendengar laporan tersebut, Raja sangat khawatir dan langsung pergi menuju hutan untuk mencari Princess Asma dengan beberapa orang pengawal. Dan alangkah terkejutnya Raja melihat Princess Asma sedang menyuapi sang Kakek di dalam gubuk.

“Putriku, sungguh tidak salah kami memberimu nama Asma, engkau berhati mulia, penuh kasih, dan sangat pemberani membawa makanan tanpa rasa takut menembus hutan, seperti Bunda Asma binti Abu Bakar ra yang mengantarkan makanan untuk Rasulullah dan Abu Bakar yang sedang bersembunyi,” ujar Sang Raja sambil memeluk Princess Asma. Mereka kemudian membawa sang Kakek ke istana, agar mendapatkan perawatan dari tabib istana.


Hikmah Kisah


Jadilah seorang yang pemberani untuk membela kebenaran, tidak usah takut dengan persangkaan dan omongan orang lain, tidak usah takut dengan sesuatu yang tidak jelas kebenarannya.


***



Bunda Asma binti Abu Bakar adalah salah seorang wanita pejuang dalam Islam, putri sahabat Nabi Abu Bakar As Shidiq, yang memeluk agama Islam pada masa-masa awal Islam datang. Asma binti Abu Bakar dikenal sebagai seorang yang pemberani dan mendapat julukan perempuan yang mempunyai dua selendang.

Julukan tersebut didapatnya karena pada waktu Rasulullah dan Abu Bakar hendak hijrah ke Madinah, untuk menghindari kejaran kaum kafir, maka mereka berdua bersembunyi di dalam Gua Tsur. Asma binti Abu Bakar kemudian membawakan makanan untuk Rasulullah dan ayahnya dengan menggunakan selendangnya yang dibelah menjadi dua.

Bunda Asma menjadi salah satu pejuang wanita, beliau menikah dengan Zubair bin Awwam. Dan pada masa hidupnya, Bunda Asma meriwayatkan beberapa hadits Nabi yang dishahihkan oleh Bukhari dan Muslim.


(Halaman 79-104)

close

Main menu