Welcome to Short story

short story detail

Rumah Baru Komi


Komi si kelomang melangkah pelan-pelan masuk ke bukit karang.
“Kamu buru-buru mau ke mana?” tanya Pepita si gurita pada Komi.
“Aku sedang mencari rumah baru,” jawab Komi.
“Rumahku sudah terlalu kecil.”
“Ambil cangkang kerang ini saja!” seru Pepita.
“Cangkang yang cantik sekali. Terima kasih banyak,” jawab Komi.
“Tapi, warnanya merah. Itu lebih cocok untuk anak perempuan.” Maka, Komi berjalan lagi dengan langkah-langkah kecilnya.
“Kamu buru-buru mau ke mana?” tanya Yuan si kuda laut.
“Aku sedang mencari rumah baru,” jawab Komi.
“Rumahku sudah terlalu kecil.”
“Ambil cangkang kerang ini!” sahut Yuan.
“Cangkang yang cantik sekali. Terima kasih banyak.” jawab Komi.
“Tapi, cangkangnya terlalu besar.” Maka, Komi berjalan lagi dengan langkah-langkah kecilnya.
Saat Komi meluncur di antara ganggang, dia melihat sebuah cangkang yang indah.
“Cangkang ini akan menjadi rumah baruku!” serunya.
Tiba-tiba, datanglah seekor ikan todak. Carlos si kepiting berteriak, “Selamatkan dirimu, Komi!”
Tapi, dengan langkah-langkah kecilnya, sangatlah sulit melarikan diri!
Carlos lalu mencubit bokong si ikan todak yang jahat. Auw, auw! Si ikan langsung lari terbirit-birit!
Komi tertawa terbahak-bahak sambil masuk ke cangkangnya dengan gembira.
“Hore! Cangkang baruku sempurna!”

(Halaman 4 - 11)

close

Main menu