Short Story

We believe that the short story matters.

Welcome to short story section. the short story is one of the most exciting and important literary forms, and that it can, and should, reach the widest possible readership.

short story

The Trouble With Perfect

Lingkaran hitam menghiasi mata Violet keesokan paginya saat ia pergi ke sekolah. Ia tidak bisa tidur nyenyak, dan termasuk orang yang pertama hadir di pelataran sekolah menunggu bel masuk. Boy juga datang lebih awal. Anak itu berjalan ke arahnya, dan Violet bisa merasakan tubuhnya menegang. Gemuruh guntur memenuhi langit dan Violet mendongak. Awan menggelayut berat, dan sekarang matahari hampir tidak...

by HELENA DUGGAN detail
short story

A Cogheart Adventure #3 : Skycircus

Lily memeluk Malkin di pangkuan dan merapatkan diri kepada Robert. Ruang kargo sangat dingin. Dia melilitkan syal dua kali lagi ke leher, lalu menyodorkan ujung satunya kepada Robert untuk dililitkan ke lehernya. Sekarang, dia bersyukur Nyonya Rust tidak bisa berhenti merajut karena syal itu jadi cukup panjang untuk dipakai oleh mereka berdua. Lampu redup yang dipasang di langit-langit berpendar dengan...

by Peter Bunzl detail
short story

A Cogheart Adventure #2: Moonlocket

Robert terbangun oleh cahaya rembulan. Dia membiarkan tirai terbuka untuk alasan itu. Dia duduk lalu menggosok mata. Wajah bulan yang bagaikan lilin dan berlubang-lubang terlihat dari jendela, pucat dan bernas seperti sebongkah buah, bintang-bintang berkelip di belakangnya seperti gula tumpah. Tatapannya membuat kamar, perabot kayu yang berat, buku-buku, dan kereta-keretaan yang berserakan menjadi keperakan. Walaupun di kamar itu ada semua...

by Peter Bunzl detail
short story

Cogheart

Robert Townsend bangun sebelum alarm berbunyi dan berbaring mendengarkan di kegelapan. Ada yang mengganggu tidurnya—suara di luar. Suara krak di kejauhanvtetapi jelas. Dia melirik jarum jam di meja nakas. Pukul enam kurang dua puluh menit. Krak. Krak. Krak. Terdengar lagi. Apakah gerangan itu? Robert melompat turun dari tempat tidur dan melangkah melintasi papan dingin ke jendela. Setelah menarik tirai, dia...

by Peter Bunzl detail
short story

Destination: Jakarta 2040

Takdir. Ah, benar juga. Kalau aku kembali ke 2015, aku hanya akan mengulang cerita dan menambahkan sedikit pemerannya. Sejenak, terlintas kata-kata Alisa di Bandung kemarin, “Mesin waktu bisa merusak space and time, ataupun takdir yang semestinya terjadi. Bisa saja nanti kamu di sana bertemu hingga 10 dirimu, Yas.” Pagi ini, aku bangun dari tempat tidur dan memilih tidak memikirkan hal...

by Mashuri detail
short story

Buku Kumpulan Dongeng Karakter Berani & Kreatif: Amazing Stories Of Ben & July

Juga, sebuah mesin lain yang dapat menenun benang menjadi kain. Mereka menghabiskan berhari-hari untuk merancang ... ... dan menjahit gaun itu. Gaun itu memang gaun terindah di seluruh dunia. Pada hari ulang tahun Mama, seluruh anggota keluarga terpukau atas keindahan gaun itu. “Apa Mama suka gaunnya?” tanya Ben. “Tentu,” kata Mama. Ben dan July amat bangga. Namun saat sedang makan...

by Arleen A. detail
short story

Educomics Belajar Matematika: Putiput Membangun Rumah Manki

Bress. Zrrr. Zasss. Ngiik! Zasss Cit ... cit ... cit. Sepertinya hujan tadi malam sangat dahsyat. Banyak sekali pohon yang tumbang. Iya. Tolooong! Bertahanlah! Aku akan segera menolongmu! Ughh! Aaargh! Berat sekali pohon pisang ini! Manki!!! Hmm, jadi benar karena badai tadi malam, hutan jadi porak-poranda dan rumahmu ikut hancur. Astaga, ya, ampun .... Aku nggak tahu mau tinggal di...

by -BIP detail
short story

Buku Kisah dari Pegunungan Bintang

Sepulang sekolah, anak-anak Pegunungan Bintang melakukan berbagai aktivitas. Mereka membelah kayu, mencuci baju di sungai, ber-kebun, dan ada juga yang sibuk menyiapkan masakan untuk keluarganya. Semua aktivitas ini membuat tubuh anakanak Pegunungan Bintang tetap bugar. Hari ini, anak-anak mendapatkan tugas dari Ibu Guru untuk membuat noken. Noken adalah tas khas Papua yang terbuat dari kulit kayu. Noken-noken yang dibuat nantinya...

by Nadiatul Khair, Shofy Septiana, Zainul Fadilah, Priscilla Deni, Angelina Amelinda, Eliya Amilati Hanafi, Rahmaniar, Ahmad Sururi, dan Afriza Firlana Ghany detail
short story

Kumpulan Cerita Kecerdasan Emosi: Toleransi

“Habis makan siang, kita main yuk,” ajak Roland. “Sekarang hari Jumat, Roland,” sahut Ardi. Oh iya. Ini hari Jumat. Mereka akan bermain setelah Ardi dan Nino shalat Jumat. Biasanya, Roland akan menunggu di perempatan jalan. Akan tetapi, kenapa Nino jalannya pincang? Lho, satu sandal Nino ke mana? Sandal Nino hilang sebelah. Akhir-akhir ini, sering terjadi sandal hilang saat shalat Jumat....

by Tria Ayu K. detail
short story

Buku Kumpulan Cerita Kecerdasan Emosi: Empati

“SELAMAT PAGIII!!” Uh, Bagas datang! Suara Bagas sangat keras. Saat mengobrol pun, suara Bagas seperti sedang marah-marah. Lama-lama, teman-teman Bagas kesal. Mereka malas mengobrol dengan Bagas karena suara kerasnya. Bagas heran, mengapa sikap teman-temannya berubah? Keesokan hasrinya, mereka menjauhi Bagas. Bagas sedih sekali. Suatu hari, Bagas tidak masuk sekolah. Bu Guru bilang Bagas sakit. Awalnya, teman-teman Bagas tak begitu peduli....

by Tria Ayu K. detail
short story

Novel The Bloody Rose

Bulan membulat sempurna di tengah langit kelam. Bintang-bintang bertaburan meski tampak malu untuk memperlihatkan gemerlapnya. Serangga mulai bernyanyi, mengusir rasa sepi saat semua orang terlelap dalam mimpi. Dininabobokan oleh lolongan anjing yang terdengar sesekali. Namun, di tengah keheningan tersebut, masih ada yang tetap terjaga: dua gadis yang tengah berkejar-kejaran. Padahal sudah bukan lagi waktu bermain. Derap langkah kaki terdengar beriringan...

by Daras Resviandira detail
short story

Novel Seri A Cogheart Adventure #4: Shadowsea

“Itu aku!” teriak Robert, perutnya seperti di-remas-remas. “Aku Townsend!” Dengan gelisah Robert men-dorong hidangan Natalnya. Porter mekanikal menghampiri meja mereka. Rodanya berdecit kencang, menyela obrolan penumpang lain yang sedang menikmati ma-kan malam. “Ini dia, Tuan,” kata porter itu, menyodorkan telegram di baki perak kepada Robert. Dengan kikuk, Robert mengambilnya. “Terima kasih-selamat hari libur-dan semoga harimu menyenangkan,” cetus porter me-kanikal itu...

by Peter Bunzl detail
close

Main menu