Nederland Indie: Jendela Batavia
Jendela Batavia merupakan penelahan dari berbagai kejadian maupun aspek kehidupan, baik pemerintahan maupun masyarakatnya yang terjadi di Batavia pada masa penjajahan kolonial Belanda yang menguasai wilayah ini (Nederland Indie).
Penulis menuliskan informasi atas kejadian-kejadian maupun aktivitas yang terjadi pada masa itu tidak secara berurutan berdasarkan waktu, melainkan secara acak.
Kejadian-kejadian yang disampaikan, disertai pula dengan gambar-gambar dan foto-foto, agar menjadi lebih informatif.
Melalui buku ini, semoga segala informasi pendidikan sejarah yang dibagikan dapat memperkaya khasanah pengetahuan tentang sejarah kota Jakarta pada masa yang silam kepada generasi yang ada di masa kini.
| Author | : | Ridwan Sutardio |
| Price | : | Rp 199,000 |
| Category | : | NON-FICTION,REFERENCE |
| Page | : | 453 halaman |
| Format | : | E-Book |
| Size | : | 14.8 cm X 21 cm |
| ISBN | : | 00000 |
| Publication | : |
Jendela Batavia, buku yang mengisahkan berbagai kejadian dari berbagai rentang waktu di Batavia. Kejadian-kejadian yang berbentuk pembangunan satu wilayah, aktivitas yang dilakukan penduduk maupun pemerintahan, dan sebagainya. Tujuan adanya buku ini adalah untuk membagikan informasi, berupa pendidikan sejarah untuk memperkaya khazanah pengetahuan kepada generasi yang hidup di masa kini.
Negara kita pernah dijajah oleh Belanda yang menancapkan pengaruhnya di Indonesia yang diawali dengan dibentuknya Kongsi Dagang V.O.C (Vereenigde Oost Indie Companie). Kemudian diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda dan di dalam perjalanannya banyak kejadian-kejadian yang menarik.
Adanya Kota Tua Jakarta yang dikenal juga dengan sebutan Batavia lama tidak terlepas dari peran Jan Pieterszoon Coen. Diawali dengan pembangunan Batavia Lama pada 1619 hingga berkembangnya wilayah-wilayah baru, seperti Weltevreden dan Meester Cornelis. Pemerintahannya sendiri berubah menjadi Pemerintahan Kota pada 4 Maret 1621 bernama “Stad Batavia”. Kemudian pada 1 April 1905 berubah menjadi “Gemeente Batavia”, dan pada 8 Januari 1935 berubah menjadi “Stad Gemeente Batavia”.
Dengan keberadaan kota yang semakin berkembang maka mulai berdirilah berbagai perusahaan di berbagai wilayah. Pusat-pusat keramaian, pertokoan, pendidikan, tempat kebugaran, dan tempat hiburan. Begitu pula diperlukan berbagai sarana sebagai penunjamgnya, seperti sarana transportasi, pelayanan masyarakat, komunikasi atau berita, hingga perindustrian.
Dengan terbentuknya perkotaan maka terdapat wilayah perkampungan, pemukiman-pemukiman dari berbagai etnis. Dengan terbentuknya berbagai wilayah tersebut, tidak sedikit menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, budaya, dengan berbagai kejadian yang menarik. Kota Bataviapun tidak terlepas dari sisi gelapnya.
Dari berbagai kisah yang ada, Penulis mencoba merangkumnya walaupun kejadian tidak secara berurutan pada zamannya. Buku ini dilengkapi dengan berbagai foto dan gambar-gambar ilustrasi yang merupakan penunjang dari berbagai kisah yang ada sehingga kita dapat membayangkan kejadian-kejadian selama beratus tahun yang lalu kala kita masih dijajah. Dengan buku ini, penulis mencoba memperkaya pengetahuan tentang sejarah Kota Jakarta pada masa yang silam.
RECOMMENDED FOR YOU Explore More