Choose Better
Hidup kita dibangun berdasarkan keputusan yang kita buat, entah itu baik atau buruk. Semua keputusan itu diambil berdasarkan pilihan yang tertera di depan kita. Pertanyaannya, “Bagaimana cara kita mengetahui pilihan yang baik untuk dipilih?”
Choose Better berisi berbagai prinsip dan panduan praktis, disebut Kerangka Kerja, yang berguna dalam membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup. Buku ini mengajarkan bagaimana cara agar kita dapat melihat lebih jauh akan segala pilihan yang ada
di hadapan kita dan merenungkan dampak jangka panjangnya.
Buku ini juga memberikan wawasan tentang cara mengatasi hambatan psikologis dan emosional yang sering menjadi penghalang dalam membuat keputusan yang baik. Tak lupa berbagai cerita inspiratif oleh penulis tentang orang-orang yang telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip ini dalam hidup mereka, yang dapat diterima sebagai motivasi untuk mengubah proses pembuatan keputusan kita.
| Author | : | Timothy Yen, Psy.D. |
| Price | : | Rp 99,000 |
| Category | : | SELF-IMPROVEMENT |
| Page | : | 228 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Size | : | 14 cm X 21 cm |
| ISBN | : | 9786230414008 |
| Publication | : | 26 July 2023 |
PRAKATA
“Inilah saatnya. Aku akan mengajukan perceraian.” Itulah kata Mary. Saya duduk jauh di seberang, masih satu ruangan, dari wanita yang terlihat seperti sebuah cangkang kosong itu. Ia melihat saya dengan tatapan kaget, kecewa, marah, dan lelah. Mary telah menikah selama 17 tahun dan memiliki tiga orang anak bersama suaminya. Gagasannya tentang pernikahan adalah “hingga maut memisahkan kita”, jadi ia tak pernah menyangka bahwa perceraian akan terjadi. Selama bertahun-tahun, ia sadar bahwa ada masalah dalam rumah tangganya, tetapi tidak menghiraukannya. Mary tidak menghadapi masalah ini karena ia takut membuat pilihan yang salah. Ia takut jika nanti suaminya akan menyakitinya secara verbal atau menyakiti anak-anak mereka jika ia menyampaikan keluhannya. Bagaimana jika curahan isi hatinya malah membuat situasi rumah tangganya menjadi semakin buruk? Mary merasa bimbang dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dan pada akhirnya, itulah yang membuat ia menderita.
Mary hidup dalam ketakutan dan merasa hampa selama bertahun-tahun. Anak-anaknya mengalami dampak buruk dari pernikahan yang tidak sehat ini. Mengapa Mary merasa bimbang? Apakah akhirnya akan berbeda jika ia memutuskan untuk berbicara dengan suaminya lebih awal?
Timothy Yen, Psy.D.
RECOMMENDED FOR YOU Explore More