The Alley of Fantasy Bookshops Sebuah Gang yang Dipenuhi Toko Buku Khayali
New Release

The Alley of Fantasy Bookshops Sebuah Gang yang Dipenuhi Toko Buku Khayali

14-16 tahun
Synopsis

Dulu, gang ini ramai oleh pencinta buku. Kini, yang tersisa hanya satu toko—Toko Buku Kuburan.
“Tunggu… buku-buku ini bisa bicara?”
“Tentu. Ini kuburan bagi mereka yang tak pernah dibaca.”
“Kenapa cerewet sekali?”
“Karena mereka punya banyak unek-unek.
Sejak lahir sebagai buku, mereka belum pernah dibaca sampai selesai. Bagaimana unek-uneknya tidak banyak? Buku tanpa pembaca itu sama dengan pengoceh yang dibungkam.”


Author : Cho Young Joo,Chung Myung Seob,Kim Seol Ah,Lee Jinn,Lim Jih Young
Price : Rp 90,000
Category : MYSTERY & THRILLERS
Page : 196 halaman
Format : Soft Cover
Size : 13.5 X 20
ISBN : 9786230423864
Publication :

“Baca buku lagi?” Eden bertanya sambil berkeliling. Tentu
saja Lia menjadi kesal.
“Biarin.”
“Untuk apa baca buku tidak seru begitu? Ayo ke warnet
saja bersamaku.”
“Warnet lebih tidak seru buatku. Kamu jangan berisik di
perpustakaan.”
Lia menunjuk papan pengumuman yang bertuliskan
“Harap tenang di perpustakaan sekolah”. Namun, Eden tidak
peduli dan terus mengoceh.
“Lagi pula, di sini cuma kamu yang baca buku.”
Mendengar ejekan Eden, Lia menghela napas panjang
lalu membuka bukunya kembali. Eden yang melihat hal itu
langsung memanyunkan bibirnya.
“Aku paling tidak suka baca buku.”
“Jadi, itu sebabnya kamu pergi ke ‘Mentari Sore’ dan
pura-pura beli buku, padahal sebenarnya mencorat-coret
buku? Anak SD saja tidak akan bertingkah begitu, lho.”
Eden yang tersulut emosinya sontak menyangkal.
“Mana pernah aku begitu!”
“Waktu mau beli buku, aku lihat sendiri di dalam bukunya
ada coretan pulpen merah. Jadi, aku bilang kepada Kak
Ye Jin. Sekali lihat, aku langsung tahu itu tulisanmu. Bikin
malu saja. Kamu harus ganti rugi karena merusak buku baru,
tahu?”
Eden meringis malu.
“Lagi pula bukunya juga tidak laku, kok.”
“Tetap saja tidak boleh dicoret-coret! Sadar, dong, kamu
ini sudah SMP!”
“Memangnya kenapa? Jujur, ya, aku tidak suka tempat itu.
Toko buku harusnya menjual buku saja, kenapa pelihara kucing
kotor dan galak juga.”
“Kucing itu baik, tahu. Dia galak karena kamu ganggu.”
“Dipikir-pikir, namanya mirip namamu. Kucing di toko
buku itu namanya Alina, kan? Itu adikmu, ya?”
Lia mengangkat buku seolah akan melemparnya. Dengan
sigap Eden langsung kabur ke arah pintu. Sambil menutup
pintu, ia berteriak.
“Aku mau main game seru di warnet!”
Anak itu membanting pintu perpustakaan, lalu menuruni
tangga dan keluar dari gedung. Ia berlari menyeberangi
lapangan olahraga ke arah gerbang sekolah. Gerbang itu berada
di turunan landai yang berujung di jalan raya yang agak
miring. Di seberang jalan, terdapat warnet yang baru dibuka
di sebuah bangunan pertokoan. Di sebelahnya tampak toko
108
buku Mentari Sore yang tadi Lia sebut. Toko buku berukuran
mungil dan berdekorasi menarik itu milik seorang perempuan
bernama Ye Jin. Sebagai pemilik toko, Ye Jin sangat ramah
kepada siapa pun sehingga banyak orangtua murid dan anakanak
yang mampir ke toko itu. Namun, Eden yang tidak suka
buku sudah membenci tempat itu sejak awal. Saking bencinya,
ia pernah datang hanya untuk mencoret-coret buku di
sana lalu kabur begitu saja.

Cho Young Joo
View Profil
Chung Myung Seob
View Profil
Kim Seol Ah
View Profil
Lee Jinn
View Profil
Lim Jih Young
View Profil

RECOMMENDED FOR YOU Explore More