The Happiness of Adults is Quiet: Sebuah Perayaan bagi Kamu yang Lelah Mengejar Ekspektasi Dunia
Coming Soon

The Happiness of Adults is Quiet: Sebuah Perayaan bagi Kamu yang Lelah Mengejar Ekspektasi Dunia

10-13 tahun
Synopsis

Dulu, impian kita adalah menjadi seseorang yang luar biasa. Menjadi atlet, pemilik gedung, atau seseorang yang namanya diingat dunia. Kita memimpikan hal-hal besar dengan mata berbinar.


Namun, hari ini, di usia dewasa—hidup terasa jauh lebih lelah—impian juga berubah.


Kita tidak lagi mengejar kebahagiaan yang megah atau momen-momen yang romantis. Kita hanya ingin hidup yang “biasa-biasa saja”. Namun, benarkah menjadi “biasa-biasa saja” itu mudah? Kadang, ia terasa begitu dekat saat kita bisa memesan makanan tanpa pusing memikirkan harga, tetapi kadang ia terasa begitu jauh di tengah tuntutan hidup yang tak kunjung redah.


Jika kamu sedang merasa lelah dengan ekspektasi dunia dan hanya mendambakan hari tanpa hambatan, buku ini ditulis untukmu. Mungkin setelah membacanya, hidupmu tidak lang­sung berubah drastis. Namun, setidaknya, kamu akan bisa menarik napas lega dan berkata pada diri sendiri, “Ternyata, hidupku tidak seburuk itu.”


Selamat datang di kehidupan yang sederhana, apa adanya, dan—akhirnya bisa kita tertawakan.


Author : Taesoo
Price : Rp 1
Category : SELF-IMPROVEMENT
Page : 204 halaman
Format : Soft Cover
Size : 14 X 21
ISBN : 0
Publication :

Aku sungguh-sungguh memimpikan kehidupan yang “biasa-biasa saja”, tetapi seiring berjalannya waktu, aku masih belum memahami apa pun. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kehidupan “biasa-biasa saja” itu?


Seseorang bernama Hong Jingyeong pernah ditanya, “Apa itu kebahagiaan?” Ia menjawab, “Tidak ada perasaan mengganjal di hati dan pikiran saat kita bersiap tidur.” Jawaban itu membuatku berpikir: mungkin inilah kehidupan “biasa-biasa saja” yang selama ini aku inginkan—hari-hari bekerja tanpa beban pikiran dan kekhawatiran. Aku merasa lega bisa menjalani hidup yang aman dan nyaman, tanpa konflik, kecemburuan, amarah, kebencian, rasa khawatir maupun kecemasan.


Karena itu, impianku sekarang bukan lagi tentang menjadi bahagia. Aku hanya ingin menjalani hari-hari tanpa hambatan, tanpa kesialan, dan tanpa rasa sakit. Aku ingin hidup tetap baik seperti sekarang—dipenuhi hal-hal sederhana, seperti memikirkan makan apa malam ini. Aku tidak menginginkan hidup yang lebih bahagia, hanya hidup yang semakin jauh dari kemalangan.  

Taesoo
View Profil

RECOMMENDED FOR YOU Explore More