FORGOTTEN PETALS
Sejak kecil, Mentari tidak pernah punya kendali dalam hidupnya. Terutama jika dirinya adalah yatim piatu yang diadopsi seorang politikus ternama demi mendulang massa. Bahkan setelah menikah, hidupnya tak lepas dari belenggu lelaki gila kuasa yang menganggap istri
tak lebih dari sebuah alat pemuas nafsu.
Mentari yang tidak tahan, meledak dalam pertengkaran hebat dengan sebuah pisau menancap di tubuh suaminya. Mentari yang ketakutan harus kabur saat itu juga. Namun, anehnya setelah hari-hari berlalu sejak Mentari yakin telah membunuh suaminya, dunia tetap berjalan
seperti biasa.
Tak ada berita mayat ditemukan.
Tak ada polisi.
Tak ada kabar orang hilang.
Suaminya seakan lenyap begitu saja.
Haruskah Mentari bahagia? Karena akhirnya dia menemukan kebebasannya yang belum pernah ada dalam hidupnya? Ataukah waspada karena seseorang di luar sana sedang mempermainkan nasibnya?
| Author | : | Handi Namire |
| Price | : | Rp 1 |
| Category | : | MYSTERY & THRILLERS |
| Page | : | 304 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Size | : | 13 X 19 |
| ISBN | : | 0 |
| Publication | : |
Mentari (27 tahun), seorang putri angkat mantan politikus ternama, Ali Darma yang menemukannya ketika ia berusia 13 tahun dan tinggal di rumah penampungan. Ia diadopsi keluarga politikus itu sebagai alat pencitraan untuk mendulang suara publik. Tidak sekalipun Mentari pernah merasakan kebebasan baik sejak menjadi putri angkat politikus, hingga menikah dengan Faisal. Ditambah Panji, kakak angkatnya yang mengikuti jejak ayahnya menjadi politikus terus menerornya dan tidak jarang melecehkannya.
Mentari kabur setelah menyadari ia telah membunuh Faisal, suaminya yang kerap memukuli dan melakukan kekerasan seksual padanya. Selama beberapa hari bersembunyi, Mentari keheranan karena berita kematian suaminya belum juga muncul ke permukaan, bahkan rumah tempatnya menghabisi suaminya terlihat begitu tenang dan tetangga hanya mengabarkan dirinya dan suami sedang liburan ke Maldives. Tergoda dengan kehidupan yang nyaman tanpa tekanan dari suami dan keluarga angkat yang tidak pernah memperlakukan Mentari sebagai putri yang selayaknya, Mentari memutuskan menanggalkan identitas lamanya. Dengan bantuan Alarik, teman lamanya saat SMP, ia hidup sebagai Rea Jasmine dan bekerja sebagai seorang staf di kantor manajemen artis.
Sayangnya, kenyamanan yang Mentari inginkan tidak bertahan lama. Pelan-pelan ketakutannya kembali muncul setelah Mentari terlibat dalam proyek drama series Lana Mahesa, aktris yang dinaungi manajemen tempatnya bekerja. Demi kepentingan riset ia harus menemui William, seorang psikiater yang anehnya mengaku familiar dengannya seolah laki-laki itu bisa membaca pikiran dan apa yang pernah dialami Mentari di masa lalu. Sebaliknya, Mentari tidak ingat siapa William, hanya saja ia mengenali suara William mirip dengan Martin, orang yang membeberkan perselingkuhan suaminya sebelum pembunuhan itu terjadi.
Martin adalah seorang private investigator yang disewa seseorang untuk mencari aib Panji sebelum pemilihan berlangsung. Martin merasa hubungan Panji dengan Mentari terlalu misterius untuk disebut saudara angkat. Setelah menyelidiki, rasa penasarannya pada Mentari meningkat saat mengetahui hidup macam apa yang dijalani Mentari, terutama setelah mengetahui suami Mentari terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan mahasiswi magang di kantornya. Secara anonim dan rahasia, Martin menghubungi Mentari membeberkan bukti-bukti kejahatan suaminya. Tidak hanya itu, Martin yang mengetahui kekerasan KDRT kerap dialami Mentari, juga mengatakan ia bisa memenjarakan Faisal jika Mentari menginginkannya. Mentari yang muak dengan suaminya pun setuju dengan rencana Martin. Faisal pun ditangkap polisi. Namun, sayangnya Faisal berhasil dibebaskan dan dianggap tuduhan akan pembunuhan pada mahasiswi magang dianggap kurang begitu. Saat itu Mentari kembali mendapatkan perlakuan kasar dan jauh lebih buruk setelah suaminya keluar dari penjara.
Kehidupan Mentari sebagai Rea Jasmine tentu tidak tahan lama. Penemuan jasad suaminya pun menggegerkan publik. Witch hunting pun dimulai saat polisi dan netizen ramai mencari keberadaan Mentari yang tidak sengaja muncul dalam sebuah video media sosial saat dirinya menemani artisnya syuting film. Tidak butuh waktu lama, identitas Rea Jasmine pun terkuak bahwa dia adalah Mentari. Akhirnya Mentari mengakui di hadapan Alarik bahwa ia telah membunuh suaminya. Namun, Mentari mengaku tidak ingat bagaimana persisnya dia membunuh suaminya. Ditambah jenazah suaminya ditemukan di sebuah sumur rumah kosong jauh dari rumahnya sendiri yang membuat penyelidikan menjadi buntu. Alarik menyarankan bahwa Mentari tidak boleh mengakui di depan penyidik bahwa dia mungkin membunuh suaminya, terutama jika Mentari tidak ingat apa-apa dan secara ajaib CCTV di lokasi kejadian tidak pernah ada. DIbantu pengacara, Mentari pun berusaha membela diri dan menyanggah bukan dia pembunuhnya karena Mentari hanya ingat dia melihat suaminya bersimbah darah, tapi tidak ingat menyingkirkan mayatnya ke sebuah sumur.
Sebagai anak yang tidak pernah diinginkan di keluarga Ali Darma, Mentari menyadari nasibnya hanya akan dibuang dan dijadikan kambing hitam sepenuhnya demi menyelamatkan karir Panji, kakak angkatnya, karena ternyata Mentari saat remaja pernah menjalin hubungan terlarang dengan Panji hingga menimbulkan kehamilan saat usianya masih 15 tahun. Tekanan dan desakan dari segala pihak memaksa Mentari mengakui kejahatannya dan menerima takdirnya, menjadi pesakitan sekaligus pembunuh.
Hingga William, sang psikiater muncul ke publik dan mengumumkan pernyataannya bahwa Mentari tidak bersalah. Mentari benar-benar tidak mengerti. Ketika semua orang yakin—termasuk dirinya— bahwa dirinya bersalah, ada seseorang yang mengatakan Mentari tidak bersalah?
Bagaimana bisa?
Perlahan terkuak misteri besar yang ada pada sebagian ingatan Mentari yang hilang karena munculnya kepribadian lain dalam diri Mentari yang muncul karena trauma dan kesedihannya setelah dipaksa melakukan aborsi di usia 15 tahun. Mentari pun lelah dengan rasa sakit bertubi-tubi yang menekannya, hingga akhirnya dia bertekad mengingat kembali peristiwa pembunuhan itu dan apa yang sebenarnya terjadi di malam suaminya terbunuh.
Handi Namire
RECOMMENDED FOR YOU Explore More