I want to be strong and beautiful grandmother
Coming Soon

I want to be strong and beautiful grandmother

14-16 tahun
Synopsis

Pada usianya yang ke-30, hidup Kang Hago terasa sangat suram. Bekerja sebagai pengantar makanan dan tinggal di rumah terbengkalai. Ia tidak pernah punya siapa pun di hidupnya, bahkan Kang Hago sering dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Hingga pada akhirnya, ia benar-benar kehilangan semangat hidupnya. Di antara bangunan yang hendak digusur, Hago memutuskan untuk berpaling
dari dunia selamanya.
Tanpa dinyana, gerombolan nenek-nenek berotot datang dan memboyong Hago ke Desa Gujeolchori—sebuah desa indah yang dipenuhi oleh orang-orang lanjut usia.
Di sanalah, Hago menemukan hidupnya kembali. Itu pertama kalinya, ia mendapatkan perhatian dari
orang-orang dewasa.


Author : Kim Seulgi
Price : Rp 1
Category : NOVELTY BOOKS
Page : 312 halaman
Format : Soft Cover
Size : 13,5 X 20
ISBN : 0
Publication :

Di usianya yang menginjak tiga puluh tiga tahun, hidup Kang Hago terasa seperti bayangan yang suram. Bekerja sebagai pengantar barang dan tinggal di rumah terbengkalai, ia tidak hanya kelelahan secara fisik, tetapi juga hancur secara emosional setelah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya. Baginya, melihat isi kulkas yang selalu kosong adalah cerminan sempurna dari keputusasaan dan kelaparan jiwa yang ia rasakan setiap hari. Hago percaya ia tidak lagi memiliki apa pun untuk diperjuangkan—sampai sebuah takdir yang tidak biasa datang menjemputnya.

Tiga nenek bertubuh besar dan berotot tiba-tiba muncul, mengangkatnya, dan membawa paksa hidup Hago ke Gujolchori, sebuah desa pesisir kecil yang indah. Di sana, Hago mendapati kenyataan mengejutkan bahwa mendiang ibu kandung yang belum pernah ia temui ternyata meninggalkan sebuah kafe tua sebelum wafat. Didorong oleh rasa ingin tahu dan kepasrahan, Hago akhirnya memutuskan untuk mengambil alih kafe tersebut, tanpa menyadari bahwa tempat asing ini akan menjadi awal dari transformasi hidupnya yang baru.

Di desa tepi laut inilah, Hago mulai dikelilingi oleh para wanita tua yang mandiri dan luar biasa: Wang Young-chun sang tukang kayu, Oh Gil-ja pemilik restoran sup ikan, dan Shin Won-joo si penjahit berlidah tajam. Melalui hidangan hangat yang melimpah, rutinitas ke pemandian umum, dan kasih sayang yang tulus, ketiga nenek perkasa ini merawat Hago layaknya seorang anak kecil. Di bawah perlindungan mereka, wanita dewasa yang sempat kehilangan arah ini perlahan-lahan belajar bagaimana caranya menyembuhkan luka dan tumbuh secara emosional.

Menyajikan kisah yang sangat mengharukan dan penuh kehangatan, novel ini mendefinisikan ulang arti "keluarga" sebagai komunitas lintas generasi yang saling mendukung bukan karena kewajiban darah, melainkan melalui ketulusan hidup bersama. Bersama deburan ombak Gujolchori yang damai dan aroma panekuk kubis yang hangat, perjalanan Hago akan membawa pemulihan yang tenang bagi tubuh dan jiwa yang lelah. Sebuah pelukan hangat dalam bentuk cerita yang mengingatkan kita bahwa selalu ada ruang untuk memulai kembali dan menemukan keberanian untuk melangkah maju.

Kim Seulgi
View Profil

RECOMMENDED FOR YOU Explore More